Senin, 12 Oktober 2009

Kebakaran Gudang Yogya, Kerugian Material Terbesar di Bandung

BANDUNG, (PRLM).- Terbakarnya gudang Yogya Dept. Store pada Sabtu (10/11) kemarin, bisa jadi merupakan peristiwa kebakaran dengan kerugian material terbesar hingga Oktober 2009 ini di Kota Bandung. Kepala Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (DPPK) Kota Bandung Prijo Soebiandono menandaskan, sebenarnya api bisa segera dipadamkan jika pihak Yogya cepat melapor.

Menurut Prijo, ketika tim DPPK tiba di lokasi, si jago merah sudah beraksi selama hampir satu jam. "Mereka baru lapor kepada kami setelah 25 menit api menyala. Kemungkinan mereka berusaha memadamkan sendiri tapi ternyata api terus membesar. Sementara lamanya perjalanan ke lokasi memakan waktu sekitar 25 menit karena hari Sabtu itu jalur memang padat. Artinya api sudah membara selama 50 menit," katanya dihubungi via telepon.

Selain keterlambatan pelaporan, petugas damkar kesulitan memperoleh pasokan air untuk memadamkan api. Di gudang Yogya sebenarnya tersedia dua tandon air berisi 9 ton dan 12 ton. "Tapi karena listrik padam, air tersebut tidak bisa mengalir karena mengandalkan pompa. Petugas terpaksa bolak-balik ke hidran air di Supratman untuk mengisi tanki. Sisanya ada yang menyedot dari sumber air di sekitar lokasi," ujarnya.

DPPK pun berkoordinasi dengan PDAM Kota Bandung untuk turut membantu pasokan air. "Sedikitnya PDAM membantu kami 50 tanki air memakai mobil mereka. Kami cukup terbantu," ujarnya.

Mobil tanki air itulah yang terlihat di lokasi kejadian pada Minggu (11/11) pagi. Ternyata air tersebut dipakai untuk memadamkan kembali api yang muncul dari puing-puing kebakaran.

Setelah sempat padam pada Sabtu (10/10) malam, api kembali muncul pada Minggu (11/10) pagi sekitar pukul 6.30 WIB. Itu ditandai dengan munculnya kepulan asap hitam di antara reruntuhan bangunan.

Sebanyak tiga mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (DPPK) Kota Bandung kembali turun ke lapangan untuk memastikan api benar-benar padam. Sekitar pukul 9.00 api telah dijinakkan.

Petugas sempat terhambat karena banyaknya warga yang ingin menonton kebakaran tersebut. Warga baru menyingkir setelah polisi membubarkan kerumunan warga yang membuat arus lalu lintas macet.

Setelah api benar-benar padam, sejumlah karyawan kembali memasuki area gudang untuk menyelamatkan barang yang selamat. Mereka juga mengumpulkan lembaran-lembaran kertas yang merupakan catatan transaksi.

Prijo Soebiandono mengatakan, asap hitam tersebut berasal dari tumpukan kardus-kardus dan bahan lainnya yang masih terbakar. "Jadi ada tumpukan kardus yang bercampur dengan minyak kelapa. Jadi pasti tetap menyala tapi tidak berbahaya," katanya. (A-128/das)***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog