Kamis, 08 Oktober 2009

Pertamina: Kami Tidak Monopoli Elpiji 12 Kg


PT Pertamina (Persero) membantah telah melakukan monopoli dalam pendistribusian
elpiji 12 Kilogram.

"Kalau kami disebut melakukan monopoli dalam penyaluran elpiji 12 Kg, itu salah,"
ujar Sekretaris Perusahaan Pertamina Toharso dalam konferensi pers di Hongkong Cafe, Sarinah, Jakarta, Rabu (7/10/2009).

Toharso menjelaskan, elpiji ukuran 12 Kg merupakan elpiji yang sistem pemasarannya
tidak ditataniagakan dan diatur oleh pemerintah sehingga pemain migas manapun boleh
mendistribusikankannya.

"Elpiji 12 Kg bisa dijual perusahaan migas manapun. Sama seperti BBM non subsidi, kan yang menjualnya tidak hanya Pertamina," jelasnya.

Menurut Toharso, Pertamina menjadi distributor tunggal dalam pendistribusian elpiji
12 Kg karena memang tidak ada perusahaan migas lain yang ingin masuk.

"Silahkan saja kalau mau masuk. Mereka kan tidak mau masuk karena harga jualnya
masih di bawah harga pokok," ungkapnya.

Toharso mengaku, perseroan memang terus merugi dari penjualan elpiji 12 kilogram
tersebut. Ia mencontohkan, pada tahun lalu, kerugian yang harus ditelan Pertamina
sebesar Rp 4,7 triliun saat CP Aramco sekitar US$ 780 per ton.

Sementara untuk tahun ini, kerugian yang akan ditanggung Pertamina dari penjualan
elpiji ukuran 12 Kg akan turun menjadi Rp 2,3 Triliun. Adapun rata-rata CP Aramco mulai Januari hingga Oktober 2009 sekitar US$ 479 per ton.

Saat ini harga keekonomian elpiji 12 Kg sekitar Rp 8.343 per kilogram, sementara
harga elpiji 12 Kg dijual Rp 5.750 per Kg. Sementara konsumsi elpiji 12 KG sepanjang
Januari hingga September mencapai 705.739 MT.

"Padahal sesuai dengan UU BUMN, BUMN itukan tidak boleh rugi," tandasnya.

Terkait rencana kenaikan harga elpiji 12 Kg, Toharso masih belum mau menyebutkan
kepastian waktu kenaikannya.

"Nanti akan diumumkan resmi, tapi kami himbau masyarakat tidak perlu panik," tandasnya.

(epi/ang) Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog