Jumat, 09 Oktober 2009

Seberapa Siaga Kita Menghadapi Bencana


Pada 30 September lalu, kota-kota di tepi pantai selatan Sumatera Barat diporakporandakan gempa berkekuatan 7.6 skala Richter.  Kota Padang dan sekitarnya mengalami kerusakan besar, apalagi daerah-daerah pesisir seperti Pariaman dan Gunung Tigo. Jumlah korban begitu banyak, saat tulisan ini dibuat sudah mencapai lebih dari 600 jiwa.

Ingin mempelajari bagaimana keadaan sebenarnya di sana dan apa saja yang sangat dibutuhkan oleh keluarga korban, saya beserta istri dan sepupu saya yang tergabung dalam Gerakan Bakrie Untuk Negeri pergi ke Padang. Dalam kunjungan tersebut, kami berniat memberikan apresiasi kepada para kolega di Grup Bakrie yang telah terjun langsung ke lokasi bencana ini untuk membantu upaya tanggap darurat.

Sejak hari pertama setelah kejadian, dua perusahaan tambang batubara di grup Bakrie yakni Kaltim Prima Coal (KPC) dan Arutmin telah membantu otoritas daerah dalam proses evakuasi korban, termasuk di Hotel Ambacang.  Selain itu, tim antv-Peduli, Bakrie Telecom ROCKS, dan Bakrie Sumatera Plantations juga sudah turun tangan dalam proses logistik dalam menyediakan berbagai macam kebutuhan langsung seperti mi instan, biskuit bayi, tenda, selimut, sarung, pembalut wanita, dll. Salut kepada mereka yang telah bekerja di luar tugas sehari-hari untuk meringankan beban para keluarga korban.

Selain itu, melalui media di bawah naungan grup kami yakni Dompet tvOne-Satu Untuk Negeri maupun Dompet antv-Peduli, kami juga berhasil menggalang dana baik dari dalam Grup maupun masyarakat luas yang terketuk hatinya untuk membantu. Alhamdullilah, jumlah yang terkumpul tidak kecil. Rupanya begitu banyak orang yang sangat prihatin.

Salah satu tempat yang kami kunjungi di Sumbar adalah Siteba di mana tinggal 100 Kepala Keluarga.  Di sana kami meninjau beberapa rumah yang hancur atau retak dinding dan lantainya. Banyak sekali keluarga korban yang harus tinggal di tenda dengan persediaan makanan dan pakaian yang terbatas. Kami juga sempat meninjau sekolah maupun masjid yang tidak luput dari dampak bencana.

Ketika saya berbincang-bincang dengan Pak Lurah Al Afian, dan beberapa warga setempat, terungkaplah beberapa kebutuhan segera. Keluhan utama mereka adalah kurangnya air bersih, tenda, dan beras. Mereka juga sangat menyayangkan belum ada banyak bantuan yang mereka terima, baik dari pihak pemerintah ataupun swasta. Memang apabila saya perhatikan masalah distribusi logistik, kendala terbesar adalah infrastruktur jalan.

Pada tanggal 5 Oktober 2009, di halaman depan koran Kompas terpampang judul berita “Semua Harus Siap Siaga.” Di situ diulas betapa rentannya negeri kita terhadap bencana karena secara geografis Indonesia berada pada pertemuan beberapa lempeng tektonik yang aktif.

Membaca berita itu, saya bertanya kepada diri sendiri apa kita sudah siap untuk menghadapi kemungkinan terjadinya bencana di masa mendatang (walau tentu saja kita akan selalu berdoa supaya tidak terjadi).  Kalaupun terjadi, apa langkah-langkah terbaik yang perlu dilakukan untuk tanggap darurat (emergency) maupun pemulihan (recovery).

Dalam kaitannya dengan Gerakan Bakrie Untuk Negeri, adakah bidang-bidang khusus yang kami harus tekuni dan kami jadikan spesialisasi kami dalam membantu penanganan suatu bencana, khususnya dalam tahap pemulihan? Dalam diskusi internal kami, tercetus tiga hal, yakni:

1) Air bersih dan MCK
2) Disaster Management Information System (dengan infrastruktur perusahaan telekomunikasi dan media kami, mungkin kami bisa membantu di sektor ini dengan cepat)
3) Konsultasi psikologi korban.

Ketiga opsi itu masih perlu dibahas lebih lanjut. Di rapat itu, kami sepakat bahwa apapun yang kami akan pilih, kami harus ‘all out’ menyiapkan dan melaksanakannya, bukan saja dalam bencana kali ini tapi juga untuk mengantisipasi bencana alam di masa-masa mendatang.

Dalam kaitannya dengan itu, melalui blog ini saya ingin meminta masukan dari teman-teman sekalian karena bagaimana pun kita harus bisa lebih efektif menangani bencana alam. Ada usulan?

7 Oktober 2009

* Anindya Bakrie adalah Presiden Direktur VIVA Media Group yang membawahi VIVAnews, antv dan tvOne. Anindya juga memimpin Bakrie Telecom. Tulisan ini dapat dijumpai di blog pribadinya, www.aninbakrie.com. • VIVAnews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog