VIVAnews - Dinara Safina belum juga dipayungi keberuntungan. Di partai pertamanya di WTA Championships Doha, Qatar, petenis nomor satu dunia itu kalah hanya dalam dua game saat menghadapi Jelena Jankovic.
Safina terpaksa mengundurkan diri karena mengalami cedera, Rabu, 28 Oktober 2009. Ia tak bisa melanjutkan pertandingan setelah tak bisa lagi menahan rasa sakit di punggungnya. Skor masih 1-1. Ia tak malu-malu menangis begitu tahu gagal menyelesaikan pertandingan.
Bagi Jankovic, kemenangan ini menjadikan peluangnya untuk lolos ke semifinal tetap terbuka. Sehari sebelumnya ia kalah dari Victoria Azarenka.
Panitia pertandingan sudah meminta dua petenis lain untuk terbang ke Doha sebagai pengganti Safina andai petenis Rusia itu tak bisa memainkan partai berikutnya. Dua petenis itu adalah Agnieszka Radwanska dan Vera Zvonareva.
Kamis, 29 Oktober 2009
Lokasi Layanan SIM Keliling Hari Ini
VIVAnews - Ingin mengurus SIM dan STNK dengan mudah? Lihat jadwal SIM dan STNK Keliling hari ini, Kamis 29 Oktober 2009.
Berikut lokasi bus pelayanan SIM dan STNK Keliling berdasarkan informasi Traffic Managemen Centrel (TMC) Ditlantas Polda Metro Jaya.
Jakarta Selatan di Taman Marga Satwa Ragunan (SIM-STNK)
Jakarta Timur di Masjid At-Tien TMII (SIM-STNK)
Jakarta Pusat di LTC Glodok (SIM) dan Kantor PELNI (STNK)
Jakarta Utara di Mega Mall Pluit (SIM-STNK)
Jakarta Barat di SPBU Lama Joglo (SIM) dan Carrefour Puri Indah Kembangan (STNK)
Pelayanan SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A dan Sim C. Jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa diperpanjang di layanan SIM Keliling. Pengendara harus ke Satpas SIM di Jalan Daan Mogot KM 11 Cengkareng.
Pelayanan STNK Keliling juga hanya untuk memperpanjang STNK setiap tahun. Bukan pengesahan atau habis masa pengesahan STNK 5 tahun atau perubahan kendaraan yang lainnya.
Berikut lokasi bus pelayanan SIM dan STNK Keliling berdasarkan informasi Traffic Managemen Centrel (TMC) Ditlantas Polda Metro Jaya.
Jakarta Selatan di Taman Marga Satwa Ragunan (SIM-STNK)
Jakarta Timur di Masjid At-Tien TMII (SIM-STNK)
Jakarta Pusat di LTC Glodok (SIM) dan Kantor PELNI (STNK)
Jakarta Utara di Mega Mall Pluit (SIM-STNK)
Jakarta Barat di SPBU Lama Joglo (SIM) dan Carrefour Puri Indah Kembangan (STNK)
Pelayanan SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A dan Sim C. Jika masa masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa diperpanjang di layanan SIM Keliling. Pengendara harus ke Satpas SIM di Jalan Daan Mogot KM 11 Cengkareng.
Pelayanan STNK Keliling juga hanya untuk memperpanjang STNK setiap tahun. Bukan pengesahan atau habis masa pengesahan STNK 5 tahun atau perubahan kendaraan yang lainnya.
Bom di Pakistan Teroris Tewaskan Banyak Anak dan Perempuan
VIVAnews - Sebuah bom mobil seberat 150 kilogram meledak di tengah keramaian pasar Meena di Peshawar, Pakistan. Teror yang berlangsung Rabu, 28 Oktober 2009, menewaskan sedikitnya seratus orang dan melukai 200 warga lainnya.
Bom menghancurkan bangunan sehingga banyak orang terkubur di bawah reruntuhan. Setelah ledakan, api membakar toko, masjid, dan rumah. Mereka yang selamat mengaku nyaris tidak memiliki waktu melarikan diri.
"Saat bom meledak, saya tiarap dan saat saya melihat ke atas, semuanya gelap, saya tidak bisa melihat siapa pun. Kendaraan-kendaraan terguling," kata Imdad, seorang korban selamat, seperti dikutip laman stasiun televisi CNN.
Fareed Ullah yang sedang berada di masjid dekat pasar terluka ketika terjatuh dari lantai dua. Masjid tempatnya belajar terbakar. "Kami hanya dapat melihat lidah api, saya dan teman saya jatuh dari lantai dua saat mencoba melarikan diri," kata dia.
Bom jarak jauh ini menewaskan setidaknya seratus orang dan melukai 200 lainnya. Korban meninggal terdiri dari 68 pria dan 32 perempuan, sepuluh di antaranya anak-anak. Bom meninggalkan kawah selebar tiga meter.
Bom di tengah hari ini membangkitkan amarah warga dan pemilik toko. Mereka mempertanyakan persiapan keamanan pemerintah.
Ledakan ini merupakan serangan paling mematikan di Pakistan sejak serangan dalam penyambutan perdana menteri Benazir Bhutto, Oktober dua tahun lalu. Saat itu, 135 orang meninggal. Bhutto selamat namun terbunuh dua bulan kemudian.
Pengeboman terjadi bersamaan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton ke Islamabad. Clinton akan membicarakan tambahan dukungan untuk Pakistan menghadapi pemberontak Taliban.
Clinton mengutuk serangan itu dan meminta kelompok yang bertanggung jawab meletakkan senjatanya. "Jika pelaku yakin dengan kepercayaan mereka, undang mereka mengikuti proses politik untuk meyakinkan warga Pakistan," kata Clinton dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi.
Sementara Qureshi menyampaikan belasungkawa mendalam kepada korban dan keluarganya. Dia juga menyatakan akan melawan pemberontak demi stabilitas dan perdamaian Pakistan. "Kami telah mengalahkan kalian [militan] di Swat dan Malakand. Serangan terhadap warga tidak bersalah ini tidak akan memupuskan keteguhan kami," ujar dia.
Bom menghancurkan bangunan sehingga banyak orang terkubur di bawah reruntuhan. Setelah ledakan, api membakar toko, masjid, dan rumah. Mereka yang selamat mengaku nyaris tidak memiliki waktu melarikan diri.
"Saat bom meledak, saya tiarap dan saat saya melihat ke atas, semuanya gelap, saya tidak bisa melihat siapa pun. Kendaraan-kendaraan terguling," kata Imdad, seorang korban selamat, seperti dikutip laman stasiun televisi CNN.
Fareed Ullah yang sedang berada di masjid dekat pasar terluka ketika terjatuh dari lantai dua. Masjid tempatnya belajar terbakar. "Kami hanya dapat melihat lidah api, saya dan teman saya jatuh dari lantai dua saat mencoba melarikan diri," kata dia.
Bom jarak jauh ini menewaskan setidaknya seratus orang dan melukai 200 lainnya. Korban meninggal terdiri dari 68 pria dan 32 perempuan, sepuluh di antaranya anak-anak. Bom meninggalkan kawah selebar tiga meter.
Bom di tengah hari ini membangkitkan amarah warga dan pemilik toko. Mereka mempertanyakan persiapan keamanan pemerintah.
Ledakan ini merupakan serangan paling mematikan di Pakistan sejak serangan dalam penyambutan perdana menteri Benazir Bhutto, Oktober dua tahun lalu. Saat itu, 135 orang meninggal. Bhutto selamat namun terbunuh dua bulan kemudian.
Pengeboman terjadi bersamaan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton ke Islamabad. Clinton akan membicarakan tambahan dukungan untuk Pakistan menghadapi pemberontak Taliban.
Clinton mengutuk serangan itu dan meminta kelompok yang bertanggung jawab meletakkan senjatanya. "Jika pelaku yakin dengan kepercayaan mereka, undang mereka mengikuti proses politik untuk meyakinkan warga Pakistan," kata Clinton dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi.
Sementara Qureshi menyampaikan belasungkawa mendalam kepada korban dan keluarganya. Dia juga menyatakan akan melawan pemberontak demi stabilitas dan perdamaian Pakistan. "Kami telah mengalahkan kalian [militan] di Swat dan Malakand. Serangan terhadap warga tidak bersalah ini tidak akan memupuskan keteguhan kami," ujar dia.
100 Tewas dalam Bom Pakistan
VIVAnews - Sedikitnya 100 orang tewas pasca pemboman di areal pasar kota Peshawar, Pakistan, Rabu 28 Oktober 2009. Aksi bom mobil itu dilakukan bertepatan dengan lawatan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton di negara itu.
Serangan ini dinilai sebagai serangan paling mematikan dalam tiga tahun terakhir di Pakistan. Setidaknya, 60 dari total korban tewas itu adalah perempuan dan anak-anak.
Selain korban tewas, sekitar 200 orang mengalami luka ringan hingga berat. "Kami diajarkan jalan Nabi. Bukan untuk membunuh orang tak bersalah," kata Mumtaz Ali, salah pelajar yang terluka dalam insiden itu, Kamis 29 Oktober 2009.
Seperti dikutip dari laman stasiun televisi BBC, toko-toko di kompleks pasar Peepal Mandi terbakar. Pejabat kepolisian Anwar Shah mengatakan, ledakan disebabkan oleh sebuah bom bunuh diri.
"Ledakannya sangat luar buasa, terdengar hingga hampir ke seluruh kota," kata Shah. Seorang dokter di rumah sakit terkemuka di kota tersebut mengatakan, enam jenazah dan lebih dari 50 orang yang terluka dilarikan ke rumah sakit. (AP)
Serangan ini dinilai sebagai serangan paling mematikan dalam tiga tahun terakhir di Pakistan. Setidaknya, 60 dari total korban tewas itu adalah perempuan dan anak-anak.
Selain korban tewas, sekitar 200 orang mengalami luka ringan hingga berat. "Kami diajarkan jalan Nabi. Bukan untuk membunuh orang tak bersalah," kata Mumtaz Ali, salah pelajar yang terluka dalam insiden itu, Kamis 29 Oktober 2009.
Seperti dikutip dari laman stasiun televisi BBC, toko-toko di kompleks pasar Peepal Mandi terbakar. Pejabat kepolisian Anwar Shah mengatakan, ledakan disebabkan oleh sebuah bom bunuh diri.
"Ledakannya sangat luar buasa, terdengar hingga hampir ke seluruh kota," kata Shah. Seorang dokter di rumah sakit terkemuka di kota tersebut mengatakan, enam jenazah dan lebih dari 50 orang yang terluka dilarikan ke rumah sakit. (AP)
Langganan:
Postingan (Atom)



