Minggu, 27 Desember 2009

Terpendam 140 ribu Tahun dalam Gletser, Pembunuh Jaman Prasejarah Dikhawatirkan Muncul Kembali



Seiring dengan semakin meningkatnya tren pemanasan suhu global yang kian parah, gletser di berbagai belahan dunia juga mulai meleleh, selain mengundang bahaya besar karena makin tingginya permukaan air laut, juga mungkin akan membawa ancaman bahaya virus yang misterius yang berasal dari zaman dahulu kala.
Ditemukan Virus Tak Dikenal Yang Masih Hidup Tersimpan 140 Ribu Tahun Lamanya
Berdasarkan laporan dari sebuah harian pagi, Profesor Scott Rogers dari Universitas Brooklyn, Ohio, Amerika Serikat, selaku tokoh peneliti mikro organisme inti es daerah kutub sekaligus tokoh perancang dan pembentuk riset, dalam laboratoriumnya tersimpan bongkahan inti es yang berasal dari berbagai danau es maupun gunung es untuk diteliti mikro organisme yang hidup di dalamnya.
Dalam risetnya terhadap salah satu bongkahan inti es yang diambil dari sebuah gletser, telah ditemukan sejenis virus tak dikenal yang tersimpan selama 140 ribu tahun dalam es di kutub.
Profesor Roger mengatakan, virus jenis ini telah bertahan hidup di dalam lapisan es selama hampir 140 ribu tahun lamanya. Mikro organisme semacam ini akan dapat bertahan hidup di dalam es yang sesuai dengan karakter dan hidupnya, inti bongkahan es merupakan lingkungan yang sangat baik bagi perkembangan mereka.
Profesor Roger beranggapan, meskipun metode penyebaran virus ini belum pernah ada dalam catatan atau literatur mana pun sepanjang sejarah perkembangan manusia, namun kita juga tidak dapat memastikan bahwa ia tidak akan terjadi, sekarang ini masih belum dapat dipastikan kapan mikro organisme ini akan memicu terjadinya masalah lingkungan yang serius atau penyakit menular yang menakutkan.

Tersimpan Jenis Virus Yang Kompleks di Dalam Lapisan Es Tua
Para peneliti menemukan bahwa di dalam lapisan es berusia tua tersebut terdapat virus dari berbagai jenis yang sangat kompleks, seperti berbagai jenis virus influenza menular yang aneh, virus sum sum, virus lepra dan lain-lain, selain itu masih ada lagi banyak jenis virus yang belum pernah ditemukan jenisnya. Di dalam lapisan es di Siberia bahkan telah ditemukan virus influenza tipe A yang usianya belum genap 1 tahun.
Berdasarkan penemuan ini Roger dan koleganya memperkirakan bahwa virus-virus ini sedang menunggu datangnya inangnya, atau mahluk air, atau mahluk lainnya, begitu virus-virus ini menemukan inang yang kurang baik sistem kekebalan tubuhnya, maka mikro organisme ini akan berkembang dengan sangat pesat, dan akan terus menyebar di dalam kelompok inang yang ditempatinya tersebut.
Gen Virus Tua Dikhawatirkan Akan Dilepaskan Sewaktu-Waktu
Profesor Zhang Xin Fang yang meneliti mikro organisme di pusat riset lingkungan dan teknik daerah dingin dan panas dari Institut Ilmiah Tiongkok menemukan, di gletser yang terdapat di daerah dataran tinggi Tiongkok, juga terdapat virus yang berbentuk butiran, virus-virus yang masih berupa teka-teki ini sewaktu-waktu dapat dilepaskan dari lapisan es tersebut akibat memanasnya suhu bumi.
Profesor Stamor dari Universitas New York menyatakan, “Walaupun masih belum dapat dipastikan akan ada berapa banyak virus zaman dulu ini kembali lepas ke masyarakat modern ini, juga masih belum dapat dipastikan berapa di antara virus-virus ini yang akan mengancam lingkungan dan kesehatan manusia, namun seiring dengan semakin meningkatnya suhu di bumi, semua ini dipastikan akan terjadi.”
Profesor Zhang Xin Fang berpendapat, menghadapi virus yang bermutasi dan menimbulkan virus jenis baru, kekebalan tubuh manusia sangat sulit dipastikan dapat menghadapi ancaman dari virus-virus ini.
Virus Muntaber di Daerah Pesisir Pantai Berasal dari Virus Yang Terpendam Di Dalam Gletser
Pakar peneliti virus Universitas Oregon, Profesor Garwenn, sama sekali tidak meragukan lagi akan bahaya yang mengancam yang diakibatkan oleh virus-virus yang terpendam di dalam gletser ini, beliau berpendapat, “Sistem mekanisme kekebalan tubuh manusia sendiri, tidak dapat mengenali lagi virus-virus yang telah hilang selama ribuan tahun dari masyarakat manusia itu ketika virus tersebut muncul kembali, oleh karena itu daya tahan tubuh manusia terhadap virus ini sangatlah lemah, begitu terjadi penularan, akan menyebabkan merebaknya wabah penyakit dalam skala luas.”
Untuk menjelaskan kemungkinan terjadinya bahaya ini, Garwenn memberi contoh virus yang menyebabkan Muntaber, virus jenis ini setiap beberapa puluh tahun muncul sekali di daerah pesisir pantai, dan tempat berkembang biaknya adalah di dalam gletser yang terdapat di kutub utara dan selatan.
Pakar peneliti dan Dekan Geologi Institut Ilmiah Tiongkok, Qin Da He, menyatakan bahwa jika dibandingkan 350 tahun yang lalu, jumlah gletser di Tiongkok telah berkurang ¼, hingga tahun 2050 nanti akan berkurang ¼ lagi. “Kotak Pandora Es” ini begitu terbuka, virus purba dalam jumlah besar yang terpendam di dalam lapisan es mungkin akan mengancam kehidupan berbagai negara, termasuk juga di antaranya Tiongkok.
Karakteristik dari virus ini belum diketahui orang, begitu virus ini meletus dalam skala besar, bahaya yang ditimbulkan akan sulit untuk diprediksi, dan semua ini diperkirakan pasti akan terjadi, cepat atau lambat.(The Epoch Times/lie)

Share on Facebook

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog