Selasa, 29 September 2009

Kerangka Gajah Purba Terbaru Dipamerkan

BANDUNG - Museum Geologi Bandung memamerkan koleksi terbarunya. Yakni sebagian kerangka gajah purba berusia 800 ribu hingga 500 ribu tahun yang lalu. Koleksi ini akan dipajang selama dua pekan terhitung dari hari ini, Selasa (29/9/2009).

"Kerangka gajah ini ditemukan di Dusun Sunggun, Desa Medalem, Kecamatan Keradenan, Blora. Letaknya di antara Jawa Timur-Jawa Tengah," ujar Kepala Museum Geologi Bandung, Yunus Kusumabrata kepada wartawan. Dulu, lokasi ini dikenal sebagai bantaran Sungai Bengawan Solo.

Penemuan ini, sambung Yunus, mematahkan teori yang dipercaya. Selama ini, ilmuwan Museum Geologi menganggap kerangka gajah tertua di Nusantara adalah Sinomastodon Bumiajuensis atau Gajah Purba dari Bumi Ayu berumur 1,5 juta tahun lalu. Lalu diikuti Stegodon Trigonochepalus Martin atau Gajah Purba Berkepala Trigonal. Gajah ini berumur 1-1,2 juta tahun lalu.

"Tadinya kami menganggap dari Stegodon Trigonochepalus itu langsung ke gajah yang ada sekarang. Tapi setelah menemukan kerangka terbaru ini, teorinya berubah," kata Yunus. Rupanya sebelum gajah yang biasa ditemui sekarang, terdapat gajah yang kini sedang dipamerkan.

Gajah purba koleksi terbaru ini memiliki tinggi empat meter, lebar lima meter. Dibanding dengan nenek moyang gajah masa sebelumnya, gajah ini merupakan gajah tertinggi dan terbesar. Bahkan dia memprediksi berat badannya mencapai 10 ton.

Dilihat dari ukuran tubuhnya, gajah ini hidup di alam terbuka. Karena gajah yang hidup di alam tertutup dengan pohon yang lebat ukurannya akan seperti Sinomastodon Bumiajuensis yang memiliki badan kecil dan gading yang lurus.

"Tapi sampai sekarang gadingnya belum ketemu," tutur dia. Yunus menduga, gading gajah hancur, hilang atau tertimbun tanah saat terjadi longsoran. Meski demikian, pihaknya tetap akan membuat replika gading. (teb)

Reni Susanti - Okezone

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog