Rabu, 30 September 2009

Prediksi Pasar Saham Penguatan IHSG Diikuti Tekanan Jual


Akumulasi saham sektor infrastruktur, pertambangan, dan properti.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia berpeluang melanjutkan pergerakan rebound kemarin. Namun, sisi teknis menunjukkan posisi IHSG rawan dari tekanan jual.

"Kalau menguat lagi, indeks berpotensi menembus level 2.500," kata Deni Hamzah, praktisi pasar modal di Jakarta kepada VIVAnews di Jakarta, Selasa, 29 September 2009.

Deni memproyeksikan, indeks Rabu, 30 September 2009, berpotensi bergerak di level batas bawah (support) 2.400 dan batas atas (resistance) 2.500.

Pada transaksi Selasa, indeks berakhir positif di posisi 2.443,83, terangkat 46 poin (1,91 persen) dari perdagangan Senin, 28 September 2009, yang melemah 46,76 poin atau 1,92 persen ke level 2.397,83.

Bursa Asia saat IHSG tutup juga bergerak positif. Hang Seng Index terangkat 424,76 atau 2,06 persen menjadi 21.013,17, Nikkei 225 naik 90,68 poin (0,91 persen) ke level 10.100,20, dan Straits Times menguat 34,06 atau 1,30 persen di posisi 2.663,31.

Sedangkan bursa Wall Street pada perdagangan Selasa sore waktu New York, atau Rabu dini hari WIB kembali negatif. Indeks harga saham Dow Jones melemah 47,16 poin (0,48 persen) menjadi 9.742,20, indeks harga saham indikator Standard & Poor's 500 terkoreksi 2,37 poin atau 0,22 persen ke level 1.060,61, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq turun 6,70 poin (0,31 persen) di posisi 2.124,04.
Menurut Deni, secara umum tren IHSG hari ini masih positif dan berpotensi menguji level resistance selanjutnya di 2.500.

Namun, kata dia, sepertinya sentimen terhadap indeks mulai melemah. Hal itu tercermin dari indikator moving average convergence divergence (MACD) yang dalam posisi flat, directional movment index (DMI) di teritori negatif, dan volume perdagangan yang kecil dibandingkan rata-rata volume sebelum Lebaran.

Sedangkan analis PT Optima Sekuritas Ikhsan Binarto berpendapat, arah IHSG Rabu akan mengantisipasi data inflasi September di samping pergerakan bursa regional, karena belum adanya sentimen positif.

Dia memproyeksikan, indeks hari ini akan bergerak di kisaran level 2.410-2.470.


Rekomendasi Saham
Deni menyarankan, akumulasi saham sektor infrastruktur, pertambangan, dan properti. Pasalnya, selain sebagai penggerak utama IHSG, saham-saham tersebut masih ketinggalan dibandingkan saham sektor lainnya.


• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog