Minggu, 27 September 2009

Mudik Seorang, Balik Bertiga


2 laki-laki dan 1 perempuan sebaya memanggul kardus ukuran besar. Wahyu, (21), Heri, (22), dan Lastri, (19) membasuh peluh usai menginjakkan kaki di Stasiun Pasar Senen.

"Buat mbantu jualan martabak," ujar Wahyu kepada detikcom terkait 2 teman satu kampungnya yang baru menginjak Jakarta, Sabtu, (26/9/2009).

Wahyu yang berjualan martabak di Cengkareng, Jakarta Barat mengaku omzetnya
meningkat. Guna menambah tenaga kerja, dia mengajak kedua temannya di
Temanggung, Jawa Tengah.

"Ya berbagi. Meski mereka di gaji tak besar, tapi kan mbantu teman gak ada salahnya. Daripada bengong di kampung," tambahnya.

Wahyu telah menggeluti bisnis martabak keliling selama 2 tahun terakhir bermodalkan satu gerobak dorong. Awalnya dia bekerja seorang diri. Tapi selama kurun waktu tersebut, bisnisnya mengalami perkembangan yang cukup berarti.

"Kemarin mudik sendirian saja. Ini pulang kampung sekalian nyari tenaga tambahan. Kalau pakai tenaga teman sekampung kan enak. Sekalian mempererat tali persaudaraan," tambahnya.

Hal senada juga dingkapkan Muslih,(32), penjual mie rebus di kawasan Melawai, Jakarta Selatan. Meski ada ancaman operasi yustisi dari Pemprov DKI, dia memilih membawa adiknya, Toto, (22) yang selama ini menganggur di kampung halamannya, Gombong, Jawa Tengah.

"Masa memberi pekerjaan orang tak boleh. Kan juga membantu pemerintah untuk mengurangi pengangguran," kisahnya seraya buru-buru menuju terminal Pasar Senen, Jakarta Pusat. Andi Saputra - detikNews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog