Selasa, 27 Oktober 2009

KESEHATAN: UGM Kembangkan Alat Kontrasepsi Implan Terbaru



Yogyakarta, UGM berhasil mengembangkan alat kontrasepsi implan atau susuk KB generasi ketiga yang dinamakan Gestplan. Kelebihan alat kontrasepsi ini bisa bertahan hingga 7 tahun dibandingkan implan saat ini yang berumur 5 tahun.

Penemuan tersebut hasil penelitian dari Jurusan Farmakologi dan Toksikologi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Untuk pengembangan alat kontrasepsi baru ini, FK UGM bekerjasama dengan tim peneliti dari Shanghai Institut China dan Harsen Laboratories. Alat ini juga telah diujicobakan pada hewan percobaan dan manusia.

"Alat kontrasepsi generasi ketiga ini bisa bertahan lebih lama dibanding implan atau susuk yang sudah ada seperti sekarang," kata ketua tim peneliti Prof Iwan Dwipahasto, MMedSc, PhD seusai acara penandatanganan kerjasama di Jogjakarta Plaza, Jl Affandi, Yogyakarta, Senin (26/10/2009).

Kelebihan alat ini kata dia, tidak perlu dilepas dalam waktu jangka panjang 3-7 tahun. Alat ini juga tidak menimbulkan trauma atau efek negatif bagi penggunanya.

"Lebih nyaman karena hanya satu road bukan dua atau tiga road. Efek sampingnya juga kecil terutama berkaitan dengan kadar darah. Ini lebih aman," katanya.

Dia mengatakan setelah dilakukan percobaan pada hewan dan sejumlah manusia, dalam waktu dekat akan diujikan pada masyarakat di Indonesia. Percobaan akan dilakukan di Pulau Jawa, Bali dan Kalimantan. Uji klinis akan dilakukan selama lebih kurang 1-3 tahun. Percobaan ini langsung pada orang Indonesia khususnya Pasangan Usia Subur (PUS).

"Ini berbeda dengan yang terdahulu. Kalau dulu kita mengadopsi penelitian dari luar. Sekarang langsung pada populasi di Indonesia sehingga data kita bisa digunakan sebagai internasional data untuk negara lain," katanya.

Menurut dia dalam kegiatan yang bersifat multicenter ini pihaknya juga bekerjasama dengan Institut Sanghai China dan PT Harsen Laboratories. Tim dari Intitut Shanghai diketuai oleh Prof Chen Hailin dan Dr Shao Hai Hao.

Sementara itu Direktur PT Harsen Lab, Haryoseno menambahkan penelitian ini bertujuan agar pertumbuhan penduduk Indonesia menjadi lebih terkontrol sehingga tidak terjadi ledakan penduduk untuk 50 tahun ke depan.

Jumlah pendudukan Indonesia saat ini yang sudah lebih dari 220 juta jiwa ini akan terus bertambah banyak sehingga bisa menimbulkan berbagai masalah.

"Kita tidak ingin terjadi ledakan penduduk di masa depan. Kita ingin penduduk Indonesia lebih berkualitas di masa depan sehingga bisa bersaing dengan negara lain," pungkas dia.Bagus Kurniawan - detikHealth

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog