Senin, 26 Oktober 2009

SPORT: Rossi Akui Lorenzo Rival Terberatnya


SEPANG - Valentino Rossi mengungkapkan kesan-kesannya selama berjuang meraih gelar juara dunia MotoGP ketujuhnya, musim ini. Pembalap Fiat Yamaha ini dengan sportif mengakui jika rekan setimnya Jorge Lorenzo merupakan rival terberatnya musim ini.

Rossi berhasil menyabet gelar kesembilan dalam karir balap motornya, usai finish di posisi ketiga pada seri GP Malaysia di Sirkuit Sepang, Minggu (25/10/2009). Namun, sebelum berhasil finish di posisi tiga, di belakang Dani Pedrosa dan Casey Stoner yang tampil sebagai pemenang, The Doctor harus terlebih dulu terlibat pertarungan alot dengan Lorenzo.

Ya, sepanjang musim ini, Lorenzo memang acap kali menjadi batu sandungan Rossi. Pembalap muda Spanyol ini bahkan terus menempel perolehan poin Rossi di posisi dua klasemen, sebelumnya akhirnya perjuangannya menjadi juara dunia terhenti setelah hanya mampu finish di keempat di Sepang.

Dengan hasil ini, Lorenzo pun harus memupus ambisinya merebut gelar juara dunia pertamanya di kelas MotoGP. Pasalnya, dengan selisih poinnya dengan Rossi yang mencapai 41 poin, pembalap 22 tahun ini praktis hanya berpeluang mengamankan posisinya sebagai runner-up di seri pamungkas: GP Valencia, November mendatang.

Menanggapi perjuangan pantang menyerah yang ditunjukkan Lorenzo, Rossi spontan memuji rekan setimnya itu. Menurutnya, Lorenzo merupakan pesaing terberatnya musim ini.

"Sepanjang musim ini, saya mendapatkan perlawanan tangguh dari setiap rival, terutama dari rekan setim saya, Jorge. Dia selalu mampu tetap dekat dengan saya," kenang Rossi sebagaimana dilansir Autosport, Senin (26/10/2009).

"Kami bahkan beberapakali sempat terlibat pertarungan sengit, dan saya akui bahwa ia adalah rival yang tangguh. Jadi, saya juga mengucapkan selamat atas perjuangannya," tambah The Doctor.

"Namun, saat ini kami harus mencoba rileks dan memahami arti dari keberhasilan kami. Ini merupakan hal yang luar biasa," tukas pembalap Italia 30 tahun ini.

Duet Rossi-Lorenzo bersama Yamaha sepanjang musim ini memang menjadi momok menakutkan bagi beberapa pesaing kuat macam Ducati dan Honda. Kejeniusan kedua pembalap ini pun akhirnya sukses mengantar Yamaha memastikan diri tampil sebagai kampiun konstruktor, kendati balapan masih menyisakan satu seri.
Achmad Firdaus - Okezone

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog