Sabtu, 31 Oktober 2009

LIFESTYLE: 5 Faktor yang Bikin Karyawan Sehat



New York, Tempat kerja sudah lama diduga menjadi sumber penyakit. DataFamilies and Work Institute(FWI) antara tahun 2002 hingga 2008 mencatat 34 persen penyakit yang diderita pegawai berasal dari tempat kerja itu sendiri.

Tapi menurut Eric Endlich, Ph.D, psikolog kesehatan pekerja di Massachusetts, setidaknya ada 5 faktor yang menentukan kesehatan fisik dan mental seorang pegawai di tempat bekerja, yaitu:

  1. Punya kesempatan untuk belajar suatu hal dan juga tantangan
  2. Keseimbangan antara urusan pekerjaan dan urusan pribadi
  3. Memiliki atasan yang mendukung
  4. Sikap saling hormat dan kejujuran sesama karyawan
  5. Gaji yang mencukupi

"Lingkungan kerja seperti itulah yang akan membuat seorang pekerja sehat, karena ada unsur tantangan, penghargaan dan harapan," ujar Endlich seperti dikutip dari Health (28/10/2008).

Namun menurut Endlich, faktor yang paling penting diantara semua faktor yang menentukan kesehatan pegawai di tempat kerja adalah keseimbangan antara urusan pekerjaan dan kehidupan pribadi.

"Jika seseorang tidak punya satu unsur itu, pasti mudah sakit. Banyak pegawai yang memprioritaskan pekerjaan di atas segala-galanya. Tapi yang tidak boleh mereka lupakan adalah tidur cukup, belanja, berkumpul dengan teman dan keluarga, konsumsi makanan sehat dan juga olahraga," jelas Endlich.

Endlich menambahkan, stres akibat pekerjaan berhubungan erat dengan jabatan. "Semakin tinggi jabatan seseorang, semakin tinggi pula tekanan hidup dan risiko terkena penyakit, terutama penyakit yang berhubungan dengan stres. Mereka harus bisa membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga," ujar pendiri FWI, Ellen Galinsky.

Endlich pun menyarankan para manajer atau atasan untuk selalu mengingatkan pegawainya tentang pentingnya menjaga kesehatan, termasuk dengan cara tidak menuntut target pekerjaan dan memberikan fleksibilitas jam kerja.

"Sekali-kali membiarkan pegawainya pulang cepat bisa menguntungkan perusahaan. Pekerja dengan jam kerja yang tidak terlalu ketat akan membuat mereka jarang sakit atau stres. Dan itu akan berpengaruh terhadap produktivitas kerja. Sekali-kali istirahat dan rileks itu penting," jelas Endlich. Nurul Ulfah - detikHealth

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog