Selasa, 20 Oktober 2009

BISNIS : Pasar Cermati Kabinet, IHSG Tetap Positif


VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia berpeluang melanjutkan penguatan kemarin. Namun, posisi tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu jilid II tetap menjadi sorotan pelaku pasar.

"Penguatan IHSG akan dibayangi profit taking (ambil untung) investor," ujar Kepala Riset PT Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing kepada VIVAnews di Jakarta, Senin, 19 Oktober 2009.

Dia memproyeksikan, indeks Selasa, 20 Oktober 2009, berpotensi bergerak di level batas bawah (support) 2.495/2.480 dan batas atas (resistance) 2.530/2.560.

Pada transaksi Senin, indeks kembali berakhir positif karena bercokol di posisi 2.520,92, naik 5,12 poin (0,20 persen) dari perdagangan Jumat, 16 Oktober 2009, yang menguat tipis 0,42 poin atau 0,01 persen ke level 2.515,80.

Bursa Asia saat IHSG tutup bergerak variatif. Hang Seng Index naik 270,56 (1,23 persen) ke level 22.200,46, Nikkei 225 melemah 21,05 poin atau 0,21 persen menjadi 10.236,51, dan Straits Times terangkat 1,37 persen (0,05 persen) di posisi 2.709,49.

Sedangkan bursa Wall Street pada perdagangan Senin sore waktu New York, atau Selasa dini hari WIB kembali positif. Indeks harga saham Dow Jones menguat 96,28 poin (0,96 persen) menjadi 10.092,19, indeks harga saham indikator Standard & Poor's 500 terangkat 10,23 poin atau 0,94 persen ke level 1.097,91, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq naik 19,52 poin (0,91 persen) di posisi 2.176,32.

Menurut Pardomuan, IHSG hari ini diperkirakan berpeluang menguat kembali seiring sentimen penguatan bursa global dan penguatan harga komoditas.

Namun, kata dia, investor harus tetap mewaspadai adanya aksi profit taking akibat tingginya beberapa harga saham. Selain itu, sentimen domestik pengumuman tim ekonomi masih mempengaruhi pasar.

Ikhsan Binarto, analis PT Optima Securities juga berpendapat, pengumuman kabinet baru (terutama tim ekonomi) akan menjadi fokus investor.

Selain itu, dia menambahkan, pergerakan harga minyak mentah dunia dan dolar Amerika Serikat turut menjadi penentu arah pasar saat ini. "IHSG diperkirakan bakal bergerak di level 2.490-2.530," ujar Ikhsan.


Rekomendasi Saham

Pardomuan menyarankan, akumulasi saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), dan PT Barito Pacific Timber Tbk (BRPT).

Dia mengakui, secara fundamental saham-saham tersebut menjanjikan dan secara teknis berpotensi mengalami penguatan harga.


antique.putra@vivanews.com
• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog