Rabu, 21 Oktober 2009

TINJU: Pemukul Syamsul Anwar Jadi Tersangka


Jakarta - SURYA- Pengeroyok Direktur Tinju SEA Games XXV Syamsul Anwar Harahap ditetapkan menjadi tersangka oleh Polrestro Jakarta Pusat. Demikian dikatakan Kasatreskrim Polrestro Jakpus, Kompol Suwondo Nainggolan kepada wartawan, Selasa (20/10) siang.
Keempat pemukul Syamsul yang merupakan petinju asuhannya itu adalah Miftah Lubis (asal Sumatera Barat), Yanto Falo (asal Nusa Tenggara Timur/45 kg), Martin Surati (asal Jawa Barat/45 kg), dan Deni Hitarihun (asal Nusa Tenggara Timur/48 kg).
Namun sayangnya keempat petinju yang ditetapkan sebagai tersangka pemukulan terhadap Syamsul itu belum diamankan polisi, lantaran mereka kabur alias melarikan diri.
”Kami memang sudah menetapkan keempat petinju itu sebagai tersangka atas peristiwa pemukulan terhadap Syamsul tetapi mereka melarikan diri. Oleh karena itu kami sedang mencari keberadaan mereka,” kata Suwondo.
Penetapan keempat petinju itu sebagai tersangka sebagai kesimpulan polisi setelah melihat hasil rekaman kamera CCTV yang digunakan sebagai alat penguat penyelidikan.
“Dari hasil rekaman kamera CCTV tampak keempat petinju itu tengah mengeroyok Syamsul,” tambah Suwondo.Dari hasil rekaman kamera CCTV, keempat petinju itu terlihat dengan jelas memukul Syamsul menggunakan tangan kosong.
Dengan demikian menepisk informasi bahwa para petinju itu mengeroyok Syamsul dengan menggunakan meja. Suwondo menegaskan bahwa pemukulan benar dilakukan di lobi hotel sehingga bisa terekam di kamera CCTV. “Sampai sekarang kami sedang melakukan pengejaran,” terang Suwondo.
Seperti yang diberitakan, Syamsul dikeroyok oleh keempat petinju asuhannya tadi di lobi dan lantai tiga Hotel Atlet Century, Senayan, Kecamatan Tanahabang, Jakpus, Minggu (18/10) pukul 13.00.
Pengeroyokan dipicu ketidakpuasan dari keempat petinju itu karena tidak lolos seleksi untuk berangkat ke ajang Asia Tenggara di Laos, tanggal 9-18 Desember 2009.
Akibat pengeroyokan tersebut, mantan petinju pada era tahun 1970-1980-an itu mengalami luka pada bibir dan dahi. Selain itu mobil BMW milik Syamsul dirusak, seperti kaca belakang pecah.
Syamsul menduga bahwa ada beberapa orang yang memanas-manasi para petinju itu untuk mengeroyok dirinya. Pasalnya keempat petinju itu dipulangkan dari pelatnas karena tidak lolos seleksi lanjutan. Selain prestasi dan kondisi fisiknya buruk, mereka juga beberapa kali meninggalkan pelatnas tanpa izin. (Sigit Nugroho/warta kota)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog