Kamis, 01 Oktober 2009

Era TV Plasma Segera Tamat?


Masa depan TV plasma menjadi ramai diperdebatkan, sejak kemunculan layar LCD di pasaran. Betulkah sejarah TV plasma akan segera berakhir?

Angka yang dikeluarkan oleh para peneliti pasar mengungkapkan penurunan penjualan TV plasma di berbagai vendor manukfaktur ternama, seperti Hitachi dan Pioneer, karena banyak konsumen yang beralih ke layar yang mengonsumsi energi yang lebih rendah.

Data tahun per tahun yang dikeluarkan analisis GfK menunjukkan, layar LCD terus meningkatkan pangsa pasar, bandingkan dengan unit TV plasma yang hanya menyumbang penjualan sekitar 15,4 persen dan menyumbang kurang dari seperempat dari semua penjualan TV layar datar.

Angka-angka tersebut juga mengungkapkan bahwa, sejak Januari total nilai penjualan TV plasma di Australia turun hampir 9 persen, sementara LCD solid meraih keuntungan hingga 10 persen. Demikian yang dilaporkan The Age, Kamis (1/10/2009).

"Melalui TV LCD mereka bisa sekarang dapat melihat gambar aksi dan olahraga jauh lebih baik. Dari perspektif itu telah terjadi peningkatan besar-besaran, " ungkap General Manager Bing Lee Phil Moujaes.

Dia mengatakan orang-orang yang membeli LCD karena permintaan secara keseluruhan untuk layar yang lebih kecil tetap kuat. "Tetapi jika Anda melihat layar besar, plasma masih akan sangat kuat," tandasnya.

Selain itu perbedaan antara LCD dan plasma umumnya karena masalah harga. Sebab menurut Phill, layar LCD yang lebih besar masih terjangkau, dari pada layar LCD yang juga sama-sama besar.

Samsung, salah satu dari tiga produsen televisi terbesar masih membuat plasma TV mengatakan bahwa, walaupun permintaan TV plasma masih datar, mereka masih berkomitmen menghadirkan plasma karena masih memiliki saham besar dalam teknologi sejak peluncuran layar plasma tertipis di dunia (2,5 cm), dan mengintegrasikan teknologi nirkabel dan internet televisi ke dalam model-model terbaru.

"Plasma menguasai 25-30 persen dari pasar, yang berarti masih ada pasar yang sangat besar di sana," kata Evan Manolis, manajer produk senior untuk Samsung Australia.

Memang unit TV plasma masih akan menunjukkan penjualan yang bagus, akan tetapi menurut riset Gartner penjualan LCD akan mencapai 28 persen hingga 2012, sedangkan plasma hanya akan berada di 8,1 persen. (tyo)
Susetyo Dwi Prihadi - Okezone

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog