Kamis, 01 Oktober 2009

Raja Thailand Masih Dirawat di RS


Raja Thailand Bhumibol Adulyadej menghabiskan hari ke-12 di sebuah rumah sakit di Bangkok. Istana menyebut raja yang kini berusia 81 tahun itu menderita demam dan radang paru-paru.

Bhumibol, raja yang paling lama berkuasa di dunia, dilarikan ke rumah sakit pada 19 September karena demam, kelelahan, dan menurunnya nafsu makan. Sejak itu hampir setiap hari istana merilis kabar terbaru mengenai kondisinya, namun tanpa menyebutkan apa yang menjadi penyebab sakitnya sang raja.

Setelah empat hari dirawat di rumah sakit, suhu tubuh raja kembali normal pada 22 September, namun kemudian kembali tinggi lagi beberapa hari kemudian.

"Kondisinya secara keseluruhan telah meningkat," sebut Biro Rumah Tangga Kerajaan dalam pernyataan terbaru Selasa malam, yang dikutip dari Straits Times, Rabu (30/9/2009).

"Demam kini lebih rendah. Hasil uji sinar-X di dada menunjukkan radang paru-paru telah berkurang."

Dikatakan bahwa tim medis akan terus memberikan raja antibiotik dan nutrisi melalui urat nadi, seperti yang telah dilakukan sejak dia dirawat.

Ribuan simpatisan berkerumun di luar Rumah Sakit Siriraj Bangkok, dan berbagai kegiatan diselenggarakan di seluruh negeri untuk menghormati raja yang dipuja oleh banyak rakyat itu.

Kesehatan raja adalah topik yang sangat sensitif di Thailand karena adanya kekhawatiran suksesi tidak akan berjalan lancar. Putra Mahkota Vajiralongkorn, anak Bhumibol yang menjadi ahli waris, belum memiliki figur atau kewibawaan moral seperti ayahnya.

Pada Oktober 2007, sang raja menderita gejala stroke ringan. Tahun lalu, ia tidak mampu membuat pidato ulang tahun tahunan tradisional. Putrinya, Putri Sirindhorn, mengatakan, dia lemah, serta menderita bronkitis dan radang kerongkongan.

Raja Bhumibol adalah raja konstitusional yang tidak memiliki peran politik formal, tapi ia telah berulang kali membawa ketenangan di masa pergolakan dan dianggap sebagai otoritas moral negara dan tokoh pemersatu.

Dia telah menjadi raja dalam beberapa kali periode pemerintahan, baik yang berjalan demokratis maupun diktator. Selama enam dekade di atas takhta, dia telah mengambil peran yang sangat aktif dalam pembangunan pedesaan dan dihormati karena dedikasinya untuk membantu kaum papa.(jri)
Nurfajri Budi Nugroho - Okezone

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog