Senin, 19 Oktober 2009

Menangkis Lesu Akibat Sindrom Hari Senin


Jakarta, Memulai aktivitas kembali di hari Senin buat sebagian orang sangat berat setelah menjalani libur akhir pekan. Umumnya mayoritas pekerja menghadapi sindrom ' I Hate Monday' dan jarang sekali yang menyambut awal pekan dengan bergairah.

Tidak sedikit karyawan yang tidak masuk di hari Senin dengan berbagai alasan karena tidak memiliki semangat di hari Senin. Coba ingat-ingat kapan terakhir Anda merasa sangat senang menyambut Senin alias 'I Love Monday'.

Jika tidak ingat, Anda tidak sendirian karena sindrom benci hari Senin atau 'I Hate Monday' memang sudah biasa.Tapi ada beberapa tips yang dapat dicoba untuk mengurangi sindrom 'I Hate Monday' seperti dilansir dari psychologytoday.com, Senin (19/10/2009):

1. Gunakan akhir pekan dengan bijaksana dan jangan terlalu banyak tidur saat weekend.
Sebagian besar orang menggunakan weekend untuk membayar utang tidur dengan bangun siang dan lebih banyak tidur. Padahal tubuh perlu waktu untuk menyesuaikan diri ke jadwal normal sehingga kita merasa malas bangun pagi di hari Senin dan merasa mengantuk lebih lama.

2. Coba ciptakan sesuatu yang menarik di hari Senin.
Misalnya, makan malam dengan sahabat lama atau hanya sekedar berjanji ngobrol melalui telepon di hari Senin sore.

3. Beri waktu yang seimbang antara kerja, keluarga, dan diri sendiri.
Memberikan waktu untuk keluarga dan diri sendiri saat weekend sangat penting sebagai upaya mengisi kembali (re-charging) kebersamaan yang hilang, sehingga waktu kerja sehari-hari bisa maksimal.

3. Cintai pekerjaan Anda dan cobalah tersenyum di pagi hari.
Jika anda berhasil mencintai pekerjaan Anda, hari Senin bukan masalah lagi tetapi jika Anda tidak bisa mencintainya, tersenyumlah! Seyum akan membantu untuk mengusir perasaan negatif dan suasana hati (mood) yang kurang baik.

4. Bersyukurlah.
Tidak akan ada hari Jumat tanpa diawali dengan hari Senin. Bersyukurlah akan pekerjaan yang anda punya sehingga efek positif akan terpancar dari diri Anda.  Hani K - detikHealth

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog