Selasa, 13 Oktober 2009

Nitip Lewat Kyai Hingga SMS Ibu Mertua SBY


Seribu satu cara dilakukan orang agar masuk dalam nominasi calon menteri kabinet Susilo Bambang Yudhoyono - Boediono periode 2009 - 2014.

Hal itu diakui pula oleh Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketika melakukan proses seleksi terhadap nama-nama calon menteri.

"Memang belum ada (calon menteri) yang dipanggil. Ada buku, curriculum vitae (CV) saya baca juga, ada sms lewat ibu mertua, nggak apa-apa itu ikhtiar, dengan catatan slotnya cuma 34 orang," ujar Yudhoyono di Puri Cikeas Indah Bogor, Senin malam, 12 Oktober 2009.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Achmad Mubarok mengungkapkan sudah lebih dari 100 nama calon menteri yang diusulkan oleh berbagai lapisan masyarakat. Namun, yang dipilih hanya 34 nama.

"Para pengusul itu ada yang berasal dari ormas, kyai, parpol, lsm, organisasi pengusaha hingga tokoh masyarakat," kata pentolan partainya SBY ini kepada VIVAnews beberapa waktu lalu.

Cara mengusulkannya juga macam-macam. Ada yang datang ke Sekretariat Negara, ada yang datang langsung ke Cikeas, serta mendatangi orang-orang yang dikenal dekat dengan ring satu Istana Negara. "Ada pula yang mengantarkan CV melalui kurir."

Menurut dia, banyaknya calon yang berkeinginan menjadi menteri membuat bisnis percaloan menjadi subur. Buktinya, dia mencermati banyak orang yang menjadi calo atau tim sukses nama-nama yang kebelet menjadi menteri.

"Para calo dan tim sukses dadakan itu menjanjikan kepada para calon itu bahwa dia orang yang pantas menjadi menteri," katanya. Tim sukses itu, kata dia, juga menjanjikan akan mengajukan namanya ke lingkaran dekat kekuasaan.

"Banyak tuh tokoh yang senang dibegitukan. Padahal, namanya sampai ke meja RI-1 saja belum tentu," kata Mubarok serius.

Mubarok juga mengaku mendapatkan titipan nama-nama calon menteri. Setidaknya sudah ada 10 orang yang ingin masuk bursa menteri melalui dirinya. Profesi mereka bermacam-macam, ada yang pengusaha, dosen, pensiunan birokrat dan lainnya.

"Mereka ada yang datang langsung ke rumah, ketemu di luar rumah, ada pula yang mengantarkan curriculum vitae (CV) melalui orang lain," kata dia. "Namun, nama-nama itu langsung saya taruh di laci."

Dia mengatakan kapasitas orang-orang tersebut tidak layak untuk menjabat menteri. Itu terlihat dari track record mereka selama ini. Di sisi lain, ia juga curiga dengan sikap orang-orang yang kebelet jadi menteri tersebut. "Lagian saya kan bukan calo," kata Mubarok. "Toh itu kan hak perogratif, kami tidak bisa ikut campur."

heri.susanto
VIVAnews 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog