Selasa, 13 Oktober 2009

One Life Evolution Gugah Masyarakat Surabaya


SURABAYA, KOMPAS.com--Di hari kedua penyelenggaraan OLE, dua ribu pengunjung mulai dari kalangan pelajar, guru, ibu-ibu, pegawai pemerintahan, sampai pekerja seks sosial telah berpartisipasi dalam OLE. Sampai hari terakhir, diperkirakan total lebih dari tiga ribu pengunjung memadati pameran edukasi yang diselenggarakan World Vision Indonesia, didukung Komisi Penanggulangan AIDS Nasional dan Kota Surabaya, serta puluhan mitra lainnya.
Aniek Purwantini, pengunjung OLE berusia 40 tahun mengatakan, ”Saya terkesan sekali dengan One Life Evolution di Surabaya, kita semua jadi lebih memahami apa itu HIV & AIDS yang selama ini menjadi momok menakutkan di masyarakat.”
“Cerita yang ditampilkan dalam One Life Evolution sangat berkesan dan mengubah perspektif dan cara berpikir tentang orang lain. Masing-masing orang memiliki cerita sendiri namun kita harus mendukung orang lain sehingga dapat memahami jalan kehidupannya,” Gabriella Nanci, seorang pekerja dari Surabaya membagikan kesannya.
Tata, seorang pelajar mengakui, OLE sangat bermanfaat bagi masyarakat yang masih awam mengenai HIV & AIDS. Sedangkan Hadi, karyawan berusia 30 tahun mengatakan bahwa ia mendapatkan pengetahuan baru mengenai HIV & AIDS dan cara-cara penyebarannya.
OLE bukan sekedar pameran edukasi biasa. OLE mengajak pengunjung mengalami sendiri jejak langkah sesama yang hidup dengan HIV. Di sini pengunjung menelusuri dan merasakan kisah perjuangan dan jatuh-bangun kehidupan mereka melalui rangkaian tur audio dan visual. Di ujung perjalanan, para pengunjung disodori berbagai pilihan sikap untuk merespons HIV & AIDS, dengan masing-masing risiko dan konsekuensinya. Para pengunjung OLE akan menemukan perspektif baru dalam memandang krisis kemanusiaan terbesar abad ini.
Tanggapan positif atas penyelenggaraan OLE datang dari masyarakat Surabaya. Ribuan pengunjung rela mengantri dalam barisan menunggu giliran masuk ke dalam pameran.
Trihadi Saptoadi, National Director World Vision di tengah acara pameran OLE, “Kami sangat menghargai dukungan yang diberikan masyarakat dan pemerintah Surabaya. Saatnya kita menyadari, ada kehidupan nyata melampaui HIV & AIDS. Kami berharap, dengan tergugahnya masyarakat melalui pameran OLE, dukungan terhadap ODHA – melalui akses kesehatan, konseling dan pemeriksaan rutin serta obat-obatan akan terwujud.
 Mengapa One Life Evolution Indonesia begitu istimewa?
Disini, ada lima kisah perjalanan hidup yang akan diangkat, 2 di antaranya berasal dari India dan Kamboja, dan 3 kisah lainnya diangkat dari dalam negeri. Seluruh kisah dipilih dengan sangat selektif, dengan mempertimbangkan perbedaan sosial ekonomi, usia, jender, dan cara penularan.
Pameran OLE dilangsungkan bergilir di 3 kota besar yang memiliki angka penularan HIV tertinggi, yaitu Bali, Surabaya dan Jakarta. Dibuka di Bali pada bulan Agustus ini, tur OLE akan berlangsung di 5 lokasi strategis, dan berakhir di Jakarta tanggal 1 Desember nanti, bersamaan dengan Hari AIDS sedunia.
Kegiatan ini gratis dan terbuka bagi pengunjung yang berusia 15 tahun ke atas. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi website www.onelifeevolution.com
Sekilas World Vision
World Vision Indonesia adalah lembaga kemanusiaan Kristen internasional yang bekerja untuk menciptakan perubahan pada kehidupan anak-anak, keluarga dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan. World Vision melayani semua orang tanpa membedakan agama, ras, suku atau jender. Dalam skala global, World Vision melayani di 98 negara dan mendukung lebih dari 100 juta orang dan 3,4 juta anak dampingan..
Usia pelayanan World Vision di Indonesia telah mencapai 50 tahun, mencakup 700 desa yang terbentang mulai dari Nanggroe Aceh Darussalam sampai ke Papua. Saat ini,  lebih dari 90,000 anak mendapat dukungan dari program-program yang dilaksanakan. Sekitar 6000 anak didukung oleh masyarakat Indonesia, melalui mitra lokal Wahana Visi Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog