Jumat, 02 Oktober 2009

Perdagangan Saham di Wall Street Dua Laporan Negatif Membuat Indeks Turun


Semua indeks harga saham utama di bursa Wall Street, New York, merosot setelah muncul laporan negatif atas perkembangan sektor tenaga kerja dan manufaktur Amerika Serikat (AS). Laporan-laporan itu membuat para investor kembali pesimistis akan ekonomi AS.

Pada penutupan transaksi Kamis sore waktu setempat (Jumat dini hari WIB), indeks harga saham industri Dow Jones turun 203 poin (2,1 persen) menjadi 9.509,28. Ini merupakan level terendah sejak 8 September lalu sekaligus penurunan terbesar sejak 2 Juli lalu.

Begitu pula dengan indeks harga saham indikator Standard & Poor's 500, turun 27,23 poin (2,6 persen) menjadi 1.029,85. Sedangkan indeks komposit Nasdaq turun 64,94 poin (3,1 persen) menjadi 2.057,48.

Ini merupakan penurunan keenam dalam tujuh hari terakhir sekaligus mengingatkan betapa rentannya situasi di bursa setelah mengalami musim reli selama tujuh bulan. Sejumlah laporan negatif mengalahkan penilaian positif atas sektor perumahan dan muncul keraguan mengenai percepatan pemulihan ekonomi AS.

"Para pelaku pasar masih sangat khawatir bahwa kita bisa kembali ke masa suram antara September 2008 hingga Maret 2009," kata Darell Krasnoff, direktur pelaksana Bel Air Investment Advisor di Los Angeles. "Jadi, berita buruk bisa langsung mengubah sentimmen secara cepat," lanjut Krasnoff.

Salah satu kabar yang mengkhawatirkan investor adalah laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS bahwa jumlah pemohon baru tunjangan pengangguran pekan lalu naik menjadi 551.000 orang. Padahal para ekonomi memproyeksi bahwa jumlah pemohon tidak akan berubah dari angka 535.000 orang, seperti yang disurvei oleh Thomson Reuters. 

Perkembangan itu membuat para ekonom memprediksi bahwa tingkat pengangguran September lalu bakal naik dari 9,7 persen menjadi 9,8 persen, sehingga terus membuat rekor tertinggi dalam 26 tahun terakhir. Sebagian besar pengamat bahkan memperkirakan tingkat pengangguran di AS bisa mencapai 10 persen pada awal tahun depan. 

Situasi di lantai bursa kian muram saat lembaga survei Institute for Supply Management mengungkapkan bahwa indeks kegiatan manufaktur September lalu malah turun, padahal sebelumnya diperkirakan naik. (AP) VIVAnews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog