Senin, 12 Oktober 2009

Surat Panggilan Polisi ke ICW 'ICW= International Coroption Word'


Dua aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), Emerson Yuntho dan IIian Deta Sari, ditetapkan sebagai tersangka pencemaran nama baik Kejaksaan Agung. Namun, ada beberapa hal yang janggal dalam penetapan tersangka ini. Salah satunya, polisi memanggil aktivis dari 'International Coroption Word.'

"Kami bukan dari lembaga yang ditulis polisi dalam surat panggilannya, International Coruption Word," kata Ilin saat dihubungi Senin 12 Oktober 2009. Ilin menjelaskan singkatan ICW itu tercantum di dua surat panggilan baik untuk dirinya maupun Emerson. "Tidak jelas panggilan ini."

Ilin menjelaskan dalam surat panggilan itu, nama Ilin dan Emerson ditetapkan sebagai tersangka dan akan diperiksa 15 Oktober 2009.

ICW, kata dia, akan mempelajari panggilan itu terlebih dahulu sebelum memutuskan akan memenuhi panggilan itu atau tidak.
Kasus ini bermula saat peringatan Antikorupsi sedunia, 9 Desember 2008, Kejaksaan Agung mengklaim menyelamatkan uang negara Rp 8 triliun dan US$ 18 juta dari berbagai kasus korupsi di seluruh Indonesia dalam kurun 2004-2008.

Kejaksaan Agung melalui juru bicara Jasman Panjaitan merasa dirugikan atas pernyataan ICW yang kemudian merilis data tandingan bahwa uang yang diselamatkan instansi pimpinan Hendarman Supandji itu hanya Rp 382,67 miliar.

ICW mendasarkan hitungan uang negara yang disetor ke kas negara itu pada audit Badan Pemeriksaan Keuangan. ICW menghitung uang negara dari kejaksaan yang baru masuk ke kas negara adalah sejumlah Rp 382,67 miliar. Sedangkan sisa dari yang diklaim kejaksaan belum disetorkan ke kas negara. ICW juga mencatat indikasi kerugian negara dari kasus korupsi yang ditangani kejaksaan dalam periode 2004-2008 adalah sebesar Rp 13,16 triliun.

Selain itu, ICW juga mengungkapkan data Badan Pemeriksaan Keuangan semester pertama tahun 2008. Dalam audit itu, Badan Pemeriksa Keuangan memaparkan  bahwa penyajian piutang uang pengganti sebesar Rp 7.597.289.491.528,88 dalam Neraca per tanggal 31 Desember 2007 tidak dapat dinilai kewajarannya.

Uang itu berasal dari 3.143 kasus korupsi yang telah diselesaikan dan menaikkannya ke tingkat penyidikan dan 2.878 kasus masuk ke pengadilan.
• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog