Rabu, 14 Oktober 2009

6 Kunci Peningkat Daya Saing Industri TI


Rangking Indonesia yang kurang memuaskan dalam indeks daya saing industri TI menurut Economist Intelligent Unit (EIU), dianggap bukan menjadi jalan buntu.

Sebab, ada banyak hal yang bisa dilakukan pemerintah, pelaku industri, serta masyarakat guna mengkatrol posisi 59 yang diperoleh Indonesia pada hasil riset tersebut.

Dijelaskan Claro Parlade, Software Policy Director Business Software Alliance (BSA) Asia Pasifik, ada 6 faktor yang bekerja sama menciptakan lingkungan yang baik bagi sektor TI di setiap negara.

Yaitu terkait ketersediaan tenaga kerja yang terampil, budaya yang mendukung inovasi, infrastruktur teknologi yang bertaraf dunia, hukum yang memberi perlindungan atas HaKI, ekonomi yang stabil, serta kepemimpinan pemerintah yang seimbang.

Negara-negara yang menjalankan keenam peningkat daya saing ini dengan baik, diyakini umumnya adalah negara maju yang industri TI-nya juga melesat.

Namun selain itu, lanjut Claro, ada faktor penting lainnya yang dapat meningkatkan daya saing TI di suatu negara. Yaitu penetrasi jaringan broadband.

"Kesenjangan daya saing ini bisa semakin lebar bagi negara yang lemah dalam mengadopsi jaringan broadband," tukasnya dalam jumpa pers di Hotel The Sultan, Jakarta, Rabu (14/102009).

Donny A. Shyeputra, Kepala Perwakilan BSA Indonesia menambahkan, untuk urusan jaringan broadband ini, Indonesia sebenarnya telah memiliki jalan keluar mujarab. Yaitu dengan hadirnya mega proyek Palapa Ring yang akan meliputi lebih dari 30 ribu desa di Tanah Air.

"Tapi sayangnya proyek ini masih belum jalan, tapi kalau sudah berjalan pasti penetrasi broadband di Indonesia juga akan semakin melonjak," pungkasnya. Ardhi Suryadhi - detikinet

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog