Kamis, 15 Oktober 2009

Bamboo, Gaya Wacom Seimbangkan Manusia dan Teknologi


JAKARTA, KOMPAS.com - Bamboo namanya. Inilah pen tablet PC terbaru dari Wacom. Ia bukan terbuat dari bambu, melainkan dari plastik matte seperti yang banyak dipakai pada touchpad notebook/netbook. Permukaannya mulus ketika jari-jemari kita diusapkan di atas permukaan tablet yang satu ini.

Hmm, sebenarnya Wacom Bamboo memang mirip touchpad yang besar. Apalagi fitur multi-touch, multi-gesture pada touchpad kini juga diusungnya.

Untuk mem-zoom sebuah gambar misalnya, bisa dilakukan dengan menjauhkan posisi jempol dan telunjuk. Untuk memutar gambar, lakukan gerakan memutar dengan jempol dan telunjuk. Mengklik sebuah icon? Tinggal tap (ketuk) icon itu dua kali, persis seperti di touchpad notebook. Membalik sebuah halaman ke arah depan? Cukup dengan menyapukan jempol dan telunjuk ke arah kanan.

“Ada sembilan gesture yang bisa dilakukan di sini,” kata K.C. Leong (Sales & Business Development Manager, SEA & South Asia, Wacom Singapore Pte Ltd) saat meluncurkan produk empat tipe Wacom Bamboo -- Bamboo, Bamboo Fun, Bamboo Touch, dan Bamboo Pen -- di Jakarta.
Ukuran ‘panel’ sentuh Bamboo lebih kecil dari selembar kertas A4, yang didominasi oleh bidang sensitif sentuh berukuran sekitar 19x13 cm (pada Bamboo Touch). Bidang sentuh ini terbuat dari plastik yang berpelindung sehingga tidak akan aus oleh tekanan dan sentuhan berulang.

“Sensornya ada di bagian bawah, jadi tidak terpengaruh oleh tekanan,” kata Toshinori Nagasawa (Managing Director, SEA & South Asia, Wacom Singapore Pte Ltd). “Kalau kotor, permukaan Bamboo bisa diseka dengan kain basah,” tambah Leong. “Cuma penggunanya tidak boleh berkuku panjang karena sensor diaktifkan oleh ujung jari tangan,” jelasnya.

Dengan Bamboo, kita juga dipermudah dalam menyunting foto, menyunting video, melukis/menggambar, menulis catatan, sampai menjelajah Internet tanpa menyentuh mouse. Pengguna bisa menulis catatan dengan tulisan tangan layaknya menulis di atas kertas pada Microsoft Office, atau di Windows Journal, begitu kata Nagasawa. Moda sentuh akan aktif begitu ujung jari Anda menyentuh tablet. Namun kalau pena yang disentuhkan ke tablet, moda otomatis akan beralih ke moda Pena.

Bamboo bekerja di lintas sistem operasi, yakni Windows XP, Windows Vista, Windows 7, dan Mac OS X. Pengguna Linux tidak perlu kuatir karena sistem operasi open source ini juga didukung. “Tapi driver-nya dibuat oleh pendukung open source, bukan dari Wacom,” tekan Leong.

Seperti telah disinggung di atas, Bamboo terdiri dari empat seri. Tiga di antaranya berukuran kecil, sekitar setengah kertas A4, dengan warna hitam. Satu lagi, Bamboo Fun berukuran paling besar dengan warna silver.
Bamboo Touch yang dilengkapi fitur sentuh tapi tanpa pena dijual dengan harga perkiraan US$ 80, sama dengan Bamboo Pen yang memiliki pena. Samanya harga kedua seri tersebut, tutur Nagasawa, karena Wacom masih menjajaki pasar pen tablet PC dengan fitur sentuh. “Fitur sentuh sebenarnya tidaklah istimewa, yang penting adalah mengintegrasikannya dengan software,” katanya.

Sementara itu Bamboo yang dilengkapi software Adobe Photoshop Elements 6/7 dan Ink Squared Deluxe dilepas pada harga perkiraan US$ 115. Sedangkan Bamboo Fun yang software Ink Squared Deluxe-nya diganti oleh Corel Painter Essentials 4 diperkirakan dijajakan pada US$ 200.
Berbeda dengan versi sebelumnya (Intuos) yang ditargetkan ke kalangan profesional, Wacom Bamboo ditujukan kepada konsumen awam. Ini termasuk anak-anak, ilustrator, dan fotografer. Karena itulah produk ini ditargetkan terjual 4 juta unit dalam satu tahun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog