Rabu, 21 Oktober 2009

Dua Istri Eks Menteri Bakal Masuk Kabinet SBY


VIVAnews - Keduanya dulu hanya mendampingi suami-suaminya yang menjadi pembantu presiden. Kini kebalikannya, jika dipercaya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mereka berdualah yang bakal menjadi menteri. Keduanya yakni Linda Amalia Sari Gumelar dan Nila Djuwita Moeloek.

Melihat sosok Linda orang tentu tak asing lagi. Siapakah Linda? Linda yang berdarah Minang santer disebut akan menjadi Menteri Pemberdayaan Peranan Wanita dan Perlindungan Anak ini adalah, anak keempat dari enam bersaudara pasangan Jenderal (Purn) TNI Achmad Tahir, mantan Gubernur AKABRI dan Rooslila Simanjuntak. Ia bersuamikan Agum Gumelar.

Siapa yang tak kenal Agum Gumelar. Ia pernah menjabat Menteri Perhubungan saat pemerintahan Gus Dur (1999-2001) dan periode 2001-2004 saat negeri ini dipimpin Megawati Soekarnoputri. Ia juga sempat mencicipi Menkopolkam selama dua bulan pada 2001 lalu.

Tidak hanya bersuamikan mantan menteri. Ayah Linda pun pernah duduk di kabinet pada masa pemerintahan Soeharto. Ayahnya, Achmad Tahir pada tahun 1983-1988 merupakan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi.

Linda kini aktif sebagai Ketua Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Ketua Dewan Pembina Yayasan Kesehatan Payudara, dan Dewan Pembina Yayasan Onkologi Anak Indonesia.

Sebagai Ketua Kowani sejak 1999, Linda mengetuai sebuah organisasi besar yang menaungi 78 organisasi wanita di seluruh Indonesia, dengan jumlah anggota 30 juta orang lebih.

Linda dituntut kerja keras memperjuangkan nasib perempuan sebagai Ketua Kowani. Menurutnya, masalah perempuan di Indonesia sangatlah kompleks, mulai dari kekerasan, pelecehan, sampai perdagangan perempuan.

Untuk memperjuangkan kaumnya itu, Linda dan organisasinya terus menggalakkan berbagai kegiatan dan pelatihan agar perempuan mempunyai kemandirian secara ekonomi. Sebab menurutnya, terjadinya trafficking karena masalah ekonomi dan minimnya pendidikan. Indonesia merupakan negara Asia yang paling sering terjadi kasus trafficking.
 
Bersama Kowani, Linda juga memperjuangkan pengesahan Undang-Undang Pornografi. Alasannya, pornografi dan pornoaksi ini berdampak negatif dalam kehidupan masyarakat, termasuk penyebab naiknya kasus perkosaan dan pencabulan.

Linda juga sibuk mengelola sebuah kegiatan besar yang diselenggarakan rutin setiap tahun seperti International Beautiful, Smart and Healthy Women Expo yang akan memasuki tahun kedua.

Sementara, keterlibatan dalam yayasan kanker dilandasi pengalaman pribadinya yang menyedihkan. Nyawa Linda nyaris direnggut kanker payudara yang dideritanya pada 1996 lalu. Namun masa-masa kritis telah dilewatinya.

Lalu siapakah Nila Djuwita Moeloek?

Ia tak lain istri mantan Menteri Kesehatan Farid Anfasa Moeloek. Farid menjadi Menkes untuk periode 16 Maret 1998-23 Oktober 1999. Kini dokter ahli kandungan itu aktif sebagai  ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau.

Jika suaminya dokter ahli kandungan yang mumpuni, Nila adalah dokter ahli mata yang berperan dalam naiknya peringkat Universitas Indonesia dari peringkat 287 universitas terbaik di dunia menjadi 201 pada 2009.

Kenaikan peringkat itu ditunjang oleh riset UI yang semakin gencar. Keberhasilan ini tak lepas salah satunya dari Nila yang diplot Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Menteri Kesehatan.

"Beliau menjadi motor penelitian-penelitian di Fakultas Kedokteran UI dalam 2 tahun terakhir," kata Deputi Manajer Mahasiswa dan Alumni Fakultas Kedokteran UI, dr Ari F Syam. "Andil beliau ini turut berperan untuk peningkatan peringkat UI menjadi posisi 201."

Nila merupakan ketua Medical Research Unit FKUI sejak dua tahun lalu. Nila yang menikah dengan Farid pada tahun 1972 itu membuat situs MRU UI bisa diakses lebih mudah. Nila juga yang memotori pengembangan Twin Tower FKUI yang telah disetujui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Guru Besar Tetap Ilmu Mata UI ini juga aktif anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI), anggota Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami), dan anggota International Society Orbital Disorder, Oculoplastic and Lacrimal Surgery. Nila juga adalah Ketua Dharma Wanita Indonesia.

Saat dipanggil ke Cikeas Minggu lalu, Nila mengaku, Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres terpilih Boediono mengajaknya bicara soal program Perserikatan Bangsa-bangsa yaitu Tujuan Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals/MDG's), yang ditargetkan harus tercapai pada tahun 2015.
ismoko.widjaya@vivanews.com
• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog