Selasa, 13 Oktober 2009

Kakak Kandung Syaifudin & Syahrir 'Menghilang'



DEPOK - Dermo Prihatno, kakak kandung Syaifudin Zuhri dan M Syahrir, tiba-tiba menghilang dari Depok, tempat tinggal dan keluarganya. Penelusuran mencari kakak kedua Syaefudin tersebut, dimulai dari SMPN 11 Sukatani, Cimanggis, Depok, dimana Dermo menjabat sebagai Kepala Sekolah.

Dermo sudah tidak ada di tempat itu sejak Sabtu 10 Oktober lalu. Pada Senin, 12 Oktober kemarin pun, Dermo juga tidak masuk kerja. Padahal Senin kemarin merupakan hari pertama ujian tengah semester. "Pak Dermo tidak masuk kerja. Gak tahu ke mana. Saya tidak tahu tempat tinggalnya," kata satpam SMPN 11 Sukatani, Cimanggis, Depok yang menolak menyebutkan namanya.

Menurut guru olahraga SMPN 11 Sukatani Agus Waluyo, meski Dermo tidak masuk kerja namun sudah mengajukan izin. "Bapak tidak masuk. Sudah izin sama wakil kepala sekolah. Saya tidak tahu bapak ke mana. Bapak tidak masuk sejak Sabtu," tutur Agus.

Agus mengatakan, dia tidak mengenal dekat atasannya tersebut. Sebab baru dua pekan Dermo resmi menjabat Kepala Sekolah SMPN 11 Sukatani semenjak di mutasi dari SMPN 10 Sawangan, Depok. "Memang Bapak sejak bulan puasa sudah di sini, tapi belum resmi. Karena itu saya tidak banyak tahu tentang keluarganya," imbuhnya.

Dikatakan Agus, status Dermo Prihatno sebagai kakak kandung Syaifuddin Zuhri dan M Syahrir sudah diketahui para guru. Namun karena hal tersebut adalah urusan pribadi maka dia dan rekan sejawat tidak berani mengucapkan bela sungkawa.

"Memang berita itu sudah diketahui oleh umum. Tapi saya dan teman-teman tidak enak untuk sekedar rasa turut berduka cita," ujarnya.

Sementara itu, ketika menelusuri rumah Dermo di RT 004/02 No 61, Mekarjaya, Sukmajaya, Depok, Dermo, istri, dan kedua anaknya tidak berada di rumah. Tempat tinggal Dermo yang sederhana dan bercat biru itu hanya ditempati pembantunya.

Para tetangga Dermo tak mau memberikan komentar ketika ditanya seputar keluarga Dermo dan kaitannya dengan tewasnya dua adik Dermo. Sementara, istri Dermo, Tety, yang merupakan guru Bahasa Indonesia di SMPN 1 Depok, menolak berkomentar dan cenderung tertutup ketika ditemui ditempatnya mengajar.

"Maaf, kalau urusan sekolah saya akan menjawab. Nanti kalau urusan pribadi, saya dimarahi atasan saya," tegas Tetty. (ful)

Marieska Harya Virdhani - Okezone


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog