Rabu, 14 Oktober 2009

Seperti Apa Fitur Nikon D3s?


Nikon merilis kamera DSLR profesional terbarunya yang disebut D3s. Selain memiliki sensitivitas ISO sangat tinggi, apa saja teknologi baru yang diusung kamera tersebut?

Dalam dunia industri, pada dasarnya kamera ini cocok untuk para fotografer yang menyukai tantangan cahaya. Seperti pada event olahraga di malam hari, foto sport, foto pre-wedding, atau foto-foto keindahan alam. Khususnya untuk foto jurnalis, setting ISO yang tinggi juga mempengaruhi hasil cetakan.

Nikon D3s juga memiliki sensor cleaning, yang berfungsi mengurangi degradasi warna karena pengaruh debu pada optical low pass filter (OLPF), yang terletak di depan image sensor. OLPF ini memiliki 4 frekuensi yang mengeluarkan partikel-partikel, yang dapat menurunkan kualitas gambar. Sensor cleaning ini dapat di setting pengguna secara otomatis, saat kamera dalam posisi on, off ataupun standby.

Nikon menjelaskan bahwa kreatifitas tidak seharusnya dibatasi kemampuan penglihatan mata manusia. Pasalnya kamera terbaru Nikon ini memiliki sensitivitas setting ISO hingga 102.400. Dalam kondisi pencahayaan yang sangat minim terkadang fotografer sangat kesusahan untuk mendapatkan hasil yang maksmial. Nikon dalam hal ini menyediakan solusi untuk masalah ini.

Dari rilis yang dikutip detikINET, Rabu (14/10/2009) berikut ini adalah beberapa fitur-fitur utama Nikon D3s:
-ISO performance: ISO 12800 standard, namun bisa dimaksimalkan hingga 102400 (Hi 3)
-Nikon FX-format CMOS image sensor dengan 12.1 megapixels
-Penambahan fungsi D-Movie termasuk High-Sensitivity Movie mode serta flicker reduction.
-Nikon’s Integrated Dust Reduction System termasuk fungsi Image Sensor Cleaning
-Incorporates Nikon’s original EXPEED digital image processing
-Active D-Lighting with bracketing for up to 5 frames
-Picture Control: Standard, Vivid, Neutral serta Monochrome (Landscape dan Portrait dapat didownload dari situs)
-Respon cepat dengan kecepatan rata-rata 0.12 detik untuk waktu start-up dan 0.04 detik untuk jeda waktu shutter dirilis.
-9-fps shooting rate dalam FX format, 11 fps untuk DX crop.
-Nikon’s original Scene Recognition System, utilizing 1,005-pixel RGB sensor, auto exposure, i-TTL flash control serta auto white balance.
-Multi-CAM 3500FX AF sensor module featuring 51 AF points
-Viewfinder dengan rata-rata 100% frame coverage serta rata-rata 0.7x perbesaran dalam format FX.
-High-definition (rata-rata 921k-dot), sudut angle hingga 170˚, VGA LCD monitor dengan tempered glass. ( fw / faw ) Fajar Widiantoro - detikinet

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog