Senin, 23 November 2009

BOLA: Evolusi Tiang Gawang



TIANG gawang yang dipakai sepak bola saat ini sebenarnya sudah mengalami evolusi yang cukup panjang. Awalnya, gawang hanya berupa dua tiang yang dipasang dengan jarak tak stabil, sesuai dengan kesepakatan dua tim yang bertanding.

Pada 1863, federasi sepak bola Inggris (FA) menentukan bahwa panjang dua tiang gawang adalah 7,32 meter. Ukuran itu tak berubah hingga sekarang. Namun, wakatu itu di atasnya belum ada tiang lagi. Sehingga, sering terjadi kontroversi apakah bola sudah menjadi gol atau tidak.

Pada 1875, diputuskanlah memakai tiang gawang yang melintang di atasnya. Sedangkan tinggi gawang 2,44 meter. Sehingga, makin smepurnalah gawang sepak bola. Namun, evolusi belum selesai. Sebab, masih saja muncul kontroversi tentang apakah bola masuk gawang atau sampingnya, terutama bola-bola dari tendangan keras.

Bentuk tiang menjadi perdebatan apakah kotak atau bulat. Pada 1920, JC Perkins dari perusahaan Standard Goals membuat tiang gawang yang bulat. Tiang gawang ini pertama kali dipakai oleh klub Nottingham Forest. Sejak itu, tiang gawang bulat memanjang populer di seluruh negara dan dunia.

Bahan tiang gawang dari awal selalu kayu. Lalu, pada tahun 1980-an, mulai banyak digunakan bahan aluminium atau besi. Sebab, tiang gawang dari kayu tidak bisa stabil dan mudah terpengaruh cuaca.

Sampai akhirnya kita kenal penggunaan gawang seperti sekarang yang memakai jaring di belakangnya. Sehingga, ketika terjadi gol, bola berada di dalamnya. Ini mengurangi kontroversi, tapi tak sepenuhnya. Faktanya, masih sering ada perbedaan pendapat apakah bola sudah melewati garis gawang atau tidak.

Nah, FIFA kemudian akan mencoba menggunakan teknologi Hawk Eye. Teknologi itu akan memberi tahu apakah bola sudah melewati garis atau tidak. Sejauh ini, olahraga tenis sudah memanfaatkan teknologi tersebut. 
(*)

HPR

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog