Rabu, 11 November 2009

IT: Genderang Perang Ponsel QWERTY Korea vs China



PASAR ponsel bertombol qwerty kini menjadi kian panas setelah kedatangan Samsung dan LG. Vendor asal Korea Selatan (Korsel) itu baru saja mengeluarkan seri ponsel qwerty teranyar yang menyasar pasar kelas menengah ke bawah.

Rupanya mereka melihat pasar ponsel qwerty sangat empuk. Padahal, sebelumnya, ponsel asal Korsel berkiblat pada Eropa dan Amerika Serikat. Di dua kawasan tersebut, Samsung dan LG menghadirkan ponsel pintar dengan desain yang cantik. Atau, ponsel dengan spesifikasi khusus, misalnya untuk musik atau memotret.

Mari kita tengok Samsung yang sudah asyik ber-qwerty di beberapa ponsel pintar. Sebut saja seri I 600, atau seri I780. Sementara, untuk jajaran kelas menengah muncul seri Corby seharga Rp 1,4 jutaan. Rupanya, Samsung sering ingin menghadang kedigdayaan ponsel China di ranah qwerty yang mirip-mirip BlackBerry.

Menurut Romeo Michael Vau, Manajer Produk Divisi Handheld Production PT Samsung Electronics Indonesia, Corby menyuguhkan dinamika unik lewat bentuk casing dan lekuk yang seksi plus warna atraktif. "Corby mengesankan qwerty phone yang lebih fun, berjiwa muda, dinamis, dengan kemampuan qwerty yang mumpuni juga," katanya.

Keunikan produk ini memang terlihat dari penampilan luarnya yang futuristik. Ketika menjelajah ke dalam, ada beberapa fitur umum di kelas middle end, yakni kamera 2 megapiksel, radio, dan slot charger micro USB. Fitur terakhir ini memudahkan pengisian baterai.

Paling istimewa adalah memori internal Corby yang gemuk, yakni 37 megabyte (Mb). Jangan lupakan juga tampilan antarmuka (interface) yang unik karena berbentuk kartun. Tentu saja ada kemudahan ke situs-situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dan My Space. Lalu, tersedia pula link ke YouTube, Flickr, Friendster, Picasa, dan Photobucket.

Tapi, tentu saja Corby memiliki kelemahan, yakni koneksi internetnya masih GPRS kelas 10.

Pertumbuhan hingga 200 Persen

Kalau kurang puas, liriklah seri C6625 seharga Rp 2,5 jutaan. Ponsel pintar dengan sistem operasi Windows Mobile ini mendapat sambutan hangat dari pasar. Samsung mengklaim, seri ini terjual 10.000 unit per bulan.

Di kelas yang sama, C6625 mendapat saingan ketat dari Motorola Q9. "Kami melihat, potensi ponsel qwerty di Indonesia sangat besar, tidak mungkin dilewatkan begitu saja. Pertumbuhannya sampai 200 persen," kata Romeo.

Sementara, LG mengandalkan seri GW300. Ponsel ini sedikit unggul dari Corby karena memiliki koneksi internet GPRS kelas 12, jadi sekelas EDGE. Hanya saja, jeroan GW300 tidak sebohai Corby, hanya 15 Mb.

Meski begitu, LG memiliki layar lebih besar ketimbang Corby. Juga ada fitur LiveSquare. Fasilitas ini memungkinkan para pengguna menyimpan nomor kontak telepon dalam bentuk avatar.

Usun Pringgodigdo, General Manager LG Mobile Communications Indonesia, mengakui bahwa pihaknya mengambil celah di pasar qwerty yang sudah dijejali ponsel China. Ia juga mencoba menguak belenggu ponsel pintar yang dijejali BlackBerry, Nokia seri E, dan juga iPhone. Maka, LG GW300 dijual seharga Rp 1,5 juta, mendekati ponsel China yang seharga Rp 700.000–Rp 1,1 juta.

Satu aplikasi unik dari produk LG ini adalah adanya aplikasi religius, yakni aplikasi Al Quran dan Alkitab. Ayo, pilih China atau Korsel?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog