Rabu, 11 November 2009

DUNIA: China Perintahkan Yahoo Hapus Konten Porno



VIVAnews - Internet Society of China, sebuah badan pengawas internet di China memerintahkan Yahoo untuk menghapus muatan pornografi dari situs photo-sharing milik mesin pencari tersebut. Dengan demikian, kini Yahoo menyusul Google yang lebih dulu masuk dalam daftar pelanggar aturan pornografi di China. 

Seperti diketahui, aturan ketat yang berlaku di negeri tirai bambu tersebut merupakan hambatan yang kerap dihadapi perusahaan-perusahaan internet asing yang beroperasi di sana.

Badan pengawas milik pemerintah itu juga menganggap Yahoo China dan situs internet lokal lainnya merusak moral masyarakat karena membiarkan pornografi muncul dalam layanan internet mereka. 

Awal tahun ini, Internet Society of China juga menyensor mesin pencari terkemuka Google, terkait hasil pencarian di mesin pencari mereka yang mengandung muatan pornografi. Itu membuat otoritas China memblok Google.com dan Google Apps selama beberapa jam di seluruh China. 

Seperti dikutip dari laman Computer World, 10 November 2009, kritik terhadap Yahoo China, yang juga disebut China Yahoo, kemungkinan tidak akan memuncak. Pasalnya, layanan yang dipermasalahkan, yakni blog yang dikelola sendiri oleh pengguna dan situs album foto bernama Yahoo Space berbahasa China sudah ditutup akhir bulan lalu. 

Penutupan tersebut diungkapkan oleh juru bicara grup e-commerce lokal pemilik Yahoo China, Alibaba Group. Alibaba sendiri telah merestrukturisasi Yahoo China untuk fokus pada layanan hiburan. 

Otoritas China mengawasi dan mengontrol internet terutama mengenai pornografi, diskusi politik yang sensitif, dan muatan lain yang dianggap ilegal atau membahayakan. Pemilik mesin pencari, layanan blog, dan situs lain diharapkan untuk menyensor konten-konten semacam itu. Bila mereka tidak melakukan sensor atas konten dalam layanan mereka sendiri, maka mereka bisa menghadapi ganjaran dari pemerintah China.

Google sendiri memilih untuk memperbaiki sistem pencarian sehingga muatan porno tidak akan ditemukan. Kini, Google sudah tidak masuk dalam daftar pelanggar aturan pornografi yang telah diperbarui. Pemerintah China sudah menutup ribuan situs internet dan menangkap ratusan orang tahun ini dalam rangka kampanye melawan pornografi dan konten online lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog