Senin, 23 November 2009

TIPS: Dua Cara Deteksi Kebohongan



VIVAnews -- Sebuah penelitian menemukan bagaimana manusia bisa mendeteksi kebohongan yang dilakukan oleh lawan bicara kita, tanpa bantuan alat.
Hasil penelitian Joseph Wells yang dipublikasikan dalam sebuah jurnal psikologi seperti dikutip laman Your Tango dapat membantu mendeteksi apakah seseorang bila melakukan kebohongan atau kesulitan menjawab suatu pertanyaan.

Seseorang yang sedang berbohong, biasanya menutup anggota tubuh seperti mulut, meyilangkan tangan saat menceritakan ketidakjujurannya.

Gerakan tubuh orang yang sedang berbohong menurut para ahli mengiyaratkan ketidaknyamanan dibandingkan orang yang menceritakan sebenarnya. Ada beberapa indikasi yang bisa memberi petunjuk apakah seseorang berbohong atau tidak.

Ucapan

Studi menunjukkan orang yang berbohong mengubah cara mereka berbicara dan pilihan kata-kata mereka. Para pembohong biasanya menggunakan kata-kata yang sulit dimengerti.

Mereka jarang menggunakan kata ganti orang pertama dan lebih banyak menggunakan kata ganti orang ketiga. Sebuah studi pada  2003 oleh peneliti di Universitas Texas menyimpulkan selain mengurangi kalimat orang pertama (Saya, Aku), mereka juga menggunakan kata-kata yang berefek negatif.

Para pembohong juga biasanya lebih lama merespon pertanyaan dari lawan bicara agar memberikan jeda untuk memikirkan jawaban yang masuk akal bagi kebohongannya.

Intonasi

Seorang yang sering berbohong biasanya akan meninggikan suara saat sedang menceritakan  kebohongan. Bisa juga mendeteksi apakah seseorang berbohong melalui bahasa tubuh walaupun tidak semuanya benar. Biasanya, orang yang berbohong akan melindungi tubuhnya karena tidak ingin orang lain mengetahui hal yang ada dalam pikirannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog