Rabu, 11 November 2009

KESEHATAN : Alat Kemaluan Wanita Keluar dari Tubuh


Washington, Ketakutan terbesar dalam hidup Allison Henry terjadi ketika ia menemukan vaginanya keluar dari dalam tubuhnya. Entah mengapa hal itu bisa terjadi, namun hingga kini Allison harus menjalani operasi rutin untuk membuat vaginanya tetap berada di tempat normalnya.

Allison Henry adalah ibu dua orang anak kini. Kehamilan pertamanya berjalan normal. Namun saat kehamilan keduanya, sesuatu yang sangat menyeramkan terjadi pada diri Allison.

"Waktu itu saya sedang memberi makan anak pertama saya yang berumur 11 tahun, lalu tiba-tiba saya merasa ada yang keluar dari bagian bawah, seperti kencing. Ketika saya lari ke kamar mandi untuk melihatnya, darah pun keluar dengan sangat deras dari bagian bawah. Saat itu juga saya berteriak dan ketakutan," papar Allison seperti dikutip dari 
Momlogic, Selasa (10/11/2009).

Setelah bertanya pada dokter kandungan dan penyakit dalam, Allison diketahui mengalami hematoma (pendarahan) di luar plasenta. Namun untungnya, bayi yang sedang dikandungnya baik-baik saja.

"Saya terus mengalami pendarahan selama 15 minggu. Saat itu kehamilan saya sudah masuk minggu ke-25. Anak saya akhirnya lahir pada minggu ke-33," kata Allison.

Pendarahan yang dialami Allison baru berhenti setelah 4 bulan dirawat (bed rest) di rumah sakit. Namun keluar dari rumah sakit ternyata tak membuatnya benar-benar sembuh.

"Saat sedang di kamar mandi, saya merasa ada yang aneh ketika sedang membersihkan daerah vagina. Rasanya seperti tidak ada lubang, datar saja. Tapi karena tidak ada darah, saya tenang-tenang saja. Lagipula saya harus mengurus anak-anak dengan segera, akhirnya saya abaikan saja," tutur Allison.

Setahun berlalu, Allison semakin merasa ada sesuatu yang benar-benar membuatnya merasa ganjil. "Saya merasa ada seperti kantung di bawah vagina. Tapi karena sebelumnya saya pernah operasi, jadi saya pikir itu efek operasi," ujar Allison.

Suatu malam, Allison mencoba melihat ke bagian bawahnya, ia pun terkejut karena ternyata ada yang keluar dari vaginanya. Ia pun langsung menelepon dokter dan berkata 'Dokter, vagina saya keluar dari badan saya'.

Allison kemudian dibawa ke dokter spesialis panggul. Melihat kondisi Allison, dokter pun kaget dan mengatakan bahwa vagina Allison memang keluar dari tubuhnya, bahkan membawa sebagian kantung kemih dan duburnya.

Tak hanya itu, rahim Allison juga ikut-ikutan keluar. Selain itu, dokter juga mengatakan bahwa Allison mengalami rectocale, yaitu kondis vagina melemah akibat dorongan dari bagian rektum yang menekan dinding vagina. Allison juga diketahui mengalami cystocele, yaitu kondisi kantung kemih yang mendorong dinding vagina.

"Mungkin itu yang menyebabkan saya mengalami konstipasi dan susah buang air kecil," ungkap Allison.

Normalnya, rahim berada 8 hingga 11 cm di atas vagina, tapi tidak demikian dengan rahim Allison. Dengan terpaksa, Allison harus merelakan rahimnya diangkat dan benar-benar dilepas dari tubuhnya. Hal itu disebabkan karena otot-otot dan ligamen yang berfungsi menahan rahimnya ikut keluar saat ia mengalami pendarahan sebelumnya.

Namun dokter berhasil memperbaiki vagina Allison dan menaruh rahimnya kembali di tempat semula. Tapi penderitaan Allison tak berhenti sampai disitu. Ia kemudian mengalami gejala labia reduction atau penyusutan daerah vulva yang terpaksa membuatnya dioperasi kembali.

Tujuh hari setelah operasi, ketika Allison sedang menonton televisi, ia dikejutkan dengan darah yang keluar dari bagian vaginanya lagi. "Saya langsung teriak, 'telepon dokter, telepon dokter!',"ujar Allison.

Allison akhirnya dibawa ke bagian gawat darurat dan langsung menjalani operasi. Namun dokter kebingungan melakukan operasi karena tidak tahu sumber asal darah yang memancar saking banyaknya darah yang keluar. Ia bahkan harus menelepon dokter spesialis lainnya dan berkata 'Saya tidak tahu darahnya berasal darimana, saya bisa membunuhnya," seru sang dokter.

Operasi pun akhirnya selesai juga, dan dokter berhasil mengatasi pendarahan yang dialami Allison. Tapi 6 bulan kemudian, coba tebak apa yang dialami Allison? Ia harus menjalani operasi lagi karena vaginanya mengeluarkan bau yang tidak sedap dan ia merasa kesakitan lagi. Operasi berhasil dilakukan lagi, tapi hingga kini Allison harus rutin menjalani check up vagina, bahkan harus rutin pula menjalani operasi.

"Ini adalah mimpi buruk bagi saya. Pesan yang ingin saya sampaikan adalah, jangan menunda sesuatu jika ada hal yang dirasa tidak beres. JIka saya tidak mengabaikan bentuk vagina yang aneh pada waktu di kamar mandi dulu, saya mungkin bisa punya anak lagi saat ini. Jadi, jangan tunggu sampai terjadi sesuatu yang parah," kata Allison.



Nurul Ulfah - detikHealth

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog