Senin, 23 November 2009

KESEHATAN: Hindari Penyebab "Ngompol" Anak


KOMPAS.com — Ngompol merupakan salah satu hal yang sering terjadi pada anak-anak. Alangkah baiknya jika kita mengetahui apa yang harus dihindari agar mereka terhindar dari mengompol pada malam hari saat tidur. Semoga pemaparan berikut ini dapat membantu Anda.

Pernah dengar bahwa makanan pedas bisa menyebabkan anak Anda mengompol? Sayang sekali itu hanyalah mitos. Penelitian para ahli tidak menemukan adanya kaitan antara makanan pedas dan anak yang mengompol pada saat tidur.

Salah satu mitos yang paling populer juga adalah makan jeruk, lemon, dan keluarganya bisa menyebabkan anak Anda mengompol saat tidur. Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan kedua makanan di atas. Yang justru harus dihindari supaya anak Anda tidak mengompol adalah makanan yang berupa susu, mentega, dan produk lainnya yang berasal dari susu. Makanan yang mengandung bahan pewarna buatan juga sering kali menyebabkan anak mengompol nantinya.

Bagaimana dengan makanan dan minuman yang mengandung kafein? Kafein pun akan menyebabkan anak Anda ingin buang air kecil. Kenapa? Karena kafein bersifat diuretik, yang bisa merangsang kandung kemih untuk memproduksi lebih banyak urin.

Tahukah Anda bahwa kandungan kafein bukan hanya pada kopi, tapi juga teh, cola, minuman penambah energi, dan cokelat! Jadi, jangan berikan kepada anak Anda cokelat pada malam hari. Ini berlaku untuk minuman cokelat hangat, kue cokelat, brownies, dan bentuk cokelat lainnya. Hal ini bukan berarti mereka tidak boleh memakan cokelat, tentu boleh, hanya sebaiknya konsumsi pada siang hari dan jangan sebelum tidur.

Dan tentu saja Anda sering mendengar bahwa meminum banyak air akan menyebabkan anak menjadi mengompol, ini benar. Sebaiknya batasi konsumsi air sebelum tidur, selain menjaga supaya mereka tidak terbangun untuk buang air kecil pada malam hari dan juga menambah waktu pengisian kandung kemih sehingga saat mereka bangun mereka akan terbiasa berkemih. Konsumsi air ini bukan hanya air minum, tapi juga buah, sayur, yogurt, sup, dan makanan lain yang mengandung banyak air.

dr Intan Airlina Febiliawanti

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog