Kamis, 05 November 2009

KESEHATAN: Terbukti, Vaksin MMR Tak Terkait Autisme




KOMPAS.com - Perdebatan mengenai ada tidaknya kaitan antara vaksin MMR dengan gangguan autis kembali muncul ke permukaan. Kali ini para ahli memberi bukti tambahan yang menunjukkan tidak ada kaitan antara pemberian vaksin MMR dengan kasus austis pada anak. 

Berdasar data yang dikeluarkan NHS Information Center, diketahui satu dari 100 orang dewasa yang hidup di Inggris memiliki gangguan autis, padahal selama ini penyakit itu identik dengan anak-anak. 

Karena itu, para ahli berpendapat jika vaksin MMR dituding sebagai penyebab autis, maka jumlah anak yang menderita autis seharusnya lebih tinggi karena vaksin MMR baru diberikan pada publik sejak tahun 1990-an. 

"Laporan penelitian ini adalah studi besar pertama di dunia yang memasukkan orang dewasa dalam prevelansi kejadian spektrum autis," kata Tim Straughan, kepala The NHS Information Centre. 

Menurut Straughan, meski sampel penelitian ini tidak terlalu banyak namun studi ini menegaskan bahwa jumlah kasus autis tidak meningkat dan prevelansi kasus pada orang dewasa sejajar dengan kasus pada anak-anak. "Hasil riset ini tidak menunjukkan ada kaitan antara vaksin MMR dan kondisi autis," katanya. 

Dalam studi terkini yang dilakukan terhadap 7.500 orang dewasa itu terungkap bahwa spektrum autis bisa terjadi pada orang dari berbagai golongan usia. Diperkirakan 1 persen orang dewasa memiliki gangguan spektrum autis dan sindrom Asperger.

Seperti halnya pada anak-anak, pada orang dewasa angka kejadiannya lebih tinggi pada pria (1,8 persen) dibandingkan pada wanita (0,2 persen). Menurut penelitian ini, orang dengan gangguan autis mengalami berbagai masalah, terutama untuk berinteraksi dengan orang lain dan mengomunikasikan perasaannya. 

Sementara itu jurubicara Departemen Kesehatan Inggris mengatakan masih belum ada bukti kuat yang menunjukkan kaitan antara autis dan vaksin MMR. "Vaksin MMR telah digunakan secara luas dan aman di seluruh dunia selama lebih dari 30 tahun dan ini adalah cara terbaik untuk melindungi anak dari penyakit campak, gondong dan rubella," katanya. 

Walaupun keamanan vaksin MMR telah dibuktikan dengan pelbagai penelitian di luar negeri, mencakup pengamatan pasca pemasaran selama 30 tahun terhadap 250 juta dosis vaksin MMR di lebih dari 40 negara di Eropa, Asia, Amerika, dan Australia, namun hingga kini  masih banyak orangtua yang tidak rela mengimunisasikan anaknya dengan vaksin MMR.

Sumber: NHS

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog