Jumat, 06 November 2009

KESEHATAN: Siklus Haid Kacau



Tanya:
Beberapa bulan ini, siklus haid saya tidak teratur. Bulan lalu, saya (35) mengalami haid selama 20 hari. Setelah berhenti 5 hari, saya kembali haid selama 8 hari. Apakah penyebabnya adalah gangguan hormonal? Walau sudah minum obat, kondisi ini terus berulang. Apakah mungkin saya menderita kanker rahim?

drxxx@gmail.com

Jawab: 

Haid yang tak teratur kemungkinan besar terjadi karena gangguan ovulasi atau pelepasan sel telur. Bila sel telur tidak lepas, maka masa subur pun dengan sendirinya tidak ada/tidak terjadi. Pemeriksaan suhu basal tubuh dengan termometer khusus tiap pagi segera setelah bangun tidur dan dicatat temperaturnya dalam bentuk grafis, dapat mencerminkan apakah ovulasi terjadi atau tidak. Tapi, untuk keperluan ini, Anda tidak dapat mengira-ngira sendiri, namun harus berkonsultasi pada ginekolog.

Namun, apa yang Anda alami sekarang belum tentu gejala kanker rahim. Untuk memastikannya sebaiknya Anda memeriksakannya ke dokter. Kanker rahim adalah proses keganasan yang terjadi pada selaput lendir rahim (endometrium), yang dalam dunia kedokteran disebut kanker endometrium.

Penelitian menunjukkan, kecenderungan penyakit ini terjadi pada wanita berusia di atas 50 tahun dengan riwayat haid dan ovulasi (pelepasan sel telur) yang tidak teratur. Penyakit ini banyak diderita pengidap kegemukan (obesitas), hipertensi, dan diabetes. Karena itu, banyak peneliti yakin bahwa penyakit ini berkaitan dengan beberapa unsur genetis dan gangguan metabolisme.

Keluhan utama dan keluhan awal yang terjadi adalah perdarahan bercak pada masa menopause. Bila kanker ditemukan cukup dini, maka hasil pengobatan akan lebih baik. Karena itu, jangan abaikan perdarahan pada masa menopause. Sebelum menopause perdarahan di luar masa haid dan perdarahan haid yang berlebihan pun perlu diwaspadai dan diperiksa secara seksama. Caranya, mengambil jaringan selaput lendir dari seluruh permukaan rongga rahim dengan cara penguretan.

Konsultan: dr. Aryo Wicaksana, SpOG

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog