Minggu, 01 November 2009

POLITIK: Program 100 Hari Diminta Menyesuaikan APBN



SUKABUMI - Program seratus hari Kabinet Indonesia Bersatu jilid II diminta menyesuaikan dengan kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2009. DPR mengingatkan pemerintah agar program-program tersebut tidak membuat beban anggaran membengkak.

Ketua Badan Anggaran DPR Harry Azhar Azis mengatakan, program seratus hari pasti memakai dana APBNP 2009 dan APBN 2010. "Kalau terjadi perubahan dalam APBNP 2009, Presiden tidak bisa mengajukan perubahan kecuali program seratus hari termasuk kategori program darurat," terangnya dalam diskusi soal pengelolaan APBN 2009 dan tantangannya di 2010 di Sukabumi, Sabtu (31/10/2009).

Dia menuturkan, mulai 1 Januari 2010 pemerintah harus sudah memakai APBN 2010. Harry mengaku tidak mengetahui posisi program seratus hari Kabinet Indonesia Bersatu jilid II dalam APBN 2010.

Jika pengajuannya nanti berbeda dengan program yang sudah ada dalam APBN 2010 pemerintah harus mengajukan perubahan. Tetapi, menurutnya, hal ini sulit terealisasi karena pengajuan tersebut memerlukan persetujuan DPR. "Saya tidak tahu bagaimana pemerintah mengakalinya," imbuh dia.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa juga mengakui, akan repot jika program seratus hari berimplikasi terhadap anggaran sebab harus diproses lagi untuk memperoleh persetujuan DPR. "Jadi sebaiknya program-program yang memang tidak memerlukan perubahan anggaran atau menambah anggaran baru," kata dia.

Selain anggaran, pemerintah juga mempertimbangkan dampaknya terhadap perekonomian ketika menyeleksi program-program seratus hari Kabinet Indonesia Bersatu jilid II. Dalam hal ini, Hatta menjelaskan, program tersebut harus berdampak besar terhadap percepatan pembangunan perekonomian.

Terutama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas yang ditandai dengan peningkatan lapangan kerja, penurunan angka kemiskinan, dan pembangunan infrastruktur. "Pokoknya yang bisa mempercepat program dalam enam bidang komisi National Summit, yaitu infrastruktur, pangan, energi, industri dan jasa, UMKM, dan transportasi," papar dia.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menyampaikan program-program seratus hari Kabinet Indonesia Bersatu jilid II dalam waktu dekat. Setelah diketok Presiden, Hatta menuturkan, program tersebut akan diumumkan kepada publik supaya bisa termonitor. (Meutia Rahmi /Koran SI/ade) 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog