Senin, 02 November 2009

Rugi, PT KA Tutup Tiga Rute Komersial

BANDUNG, KOMPAS.com — PT Kereta Api segera menutup tiga rute kereta komersial yang dinilai tidak menguntungkan mulai 1 Desember mendatang. Ketiga kereta tersebut adalah KA Malang Ekspres Surabaya-Malang, KA Cantik Ekspres Surabaya-Jember, dan KA Priangan Ekspres Banjar, Jawa Barat-Jakarta.

Selain itu, PT KA juga akan mengurangi intensitas keberangkatan KA Parahiyangan Bandung-Jakarta dari delapan kali per hari menjadi enam kali. Hal itu disampaikan Direktur Komersial PT Kereta Api Sulistyo Wimbo Hardjito, Senin (2/11) di Bandung, Jawa Barat. "Untuk kereta komersial, visi perusahaan memang menetapkan agar semua rute tidak boleh merugi. Sebab, kami harus tetap menanggung biaya operasional yang besar," ungkapnya.

Menurut Wimbo, kerugian PT KA dari seluruh angkutan penumpang komersial pada tahun 2008 mencapai Rp 80 miliar. Karena itu, pihak PT KA akhirnya memutuskan untuk menutup beberapa rute yang kerugiannya paling besar.

Wimbo menjelaskan, kerugian tersebut membebani operasional kereta lainnya. Hal ini disebabkan pemasukan dari rute-rute yang tidak potensial tersebut sangat minim. Priangan Ekspres Banjar-Jakarta yang satu rangkaiannya terdiri dari dua kereta eksekutif dan empat kereta bisnis, misalnya, memiliki tingkat okupansi harian sangat rendah, yakni sekitar 10-20 persen.

"Kondisi dua rute lain relatif sama. Yang perlu dicatat, rendahnya okupansi bisa disebabkan jumlah gerbong yang sedikit atau penumpangnya memang sudah mentok," ujarnya.

Kereta dan lokomotif dari beberapa kereta yang akan dinonaktifkan tersebut akan dialihkan untuk menambah rangkaian pada rute yang masih potensial untuk digarap. Beberapa di antaranya yakni penambahan rangkaian KA Argowilis Bandung-Surabaya Gubeng dari awalnya empat kereta menjadi delapan kereta.

Selain itu, ada beberapa rute lagi yang saat ini masih dievaluasi. Salah satunya adalah KA Harina tujuan Bandung-Semarang. "Kami masih memberi kesempatan bagi beberapa KA untuk meningkatkan performanya. Ini bisa dilakukan dengan menambah jumlah gerbong atau peningkatan sosialisasi kepada konsumen," ujarnya.

KA Harina, misalnya, rangkaian kereta ini akan ditambah, dari sebelumnya enam kereta, menjadi delapan kereta. Menurut Wimbo, PT KA akan memberi waktu hingga pertengahan tahun 2010. Jika okupansi masih rendah, maka rute itu juga akan ditutup. Selain itu, PT KA juga tengah mengkaji sejumlah potensi rute baru, salah satunya Bandung-Malang.

Rugi Rp 80 Miliar

Dari kerugian operasional kereta komersial PT KA senilai Rp 80 miliar tersebut, kerugian terbesar berada di wilayah Daerah Operasional II Bandung. "Persentasenya tidak perlu kami sebutkan. Yang pasti, kerugian di wilayah ini sangat besar," katanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog