Selasa, 03 November 2009

BISNIS: Rupiah Kembali Bergerak Positif


VIVAnews - Nilai tukar rupiah di pasar spot antarbank Jakarta menguat lagi terhadap dolar Amerika Serikat (US$), karena berada di level 9.530-9.545/US$.

Pada penutupan Senin, 2 November 2009, di pasar spot antarbank Jakarta, mata uang lokal itu ditutup pada posisi 9.660 per dolar AS. Sedangkan data kurs tengah mata uang asing Bank Indonesia, rupiah bercokol di level 9.610/US$.

Menurut salah seorang dealer valas PT Bank OCBC NISP Tbk, sentimen positif domestik seperti rendahnya inflasi Oktober 2009 dan adanya lelang Surat Utang Negara (SUN) disinyalir menjadi katalis kembali bergerak positifnya rupiah pagi ini. "Sejak dibuka tadi, rupiah cenderung menguat ," ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta, Selasa, 3 November 2009.

Dia memproyeksikan, mata uang lokal tersebut sampai penutupan nanti masih menguat dan akan bergerak di kisaran 9.500-9.600 per dolar AS. Sebab, diprediksi pasar saham domestik bakal menguat seiring pergerakan positif bursa Dow Jones semalam. "Apalagi besok (Rabu, 4 November 2009), ada lelang SBI," tuturnya.

Sementara itu, data proyeksi likuiditas Bank Indonesia pada pukul 08.30 WIB menunjukkan likuiditas di pasar domestik menurun menjadi Rp 27,51 triliun dibandingkan posisi transaksi kemarin di Rp 28,63 triliun.

Data instrumen Operasi Pasar Terbuka yang jatuh tempo juga mencapai Rp 26,30 triliun, atau turun dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp 32,43 triliun.

Sedangkan, excess reserve akhir hari tercatat menurun menjadi Rp 1,50 triliun dari transaksi kemarin yang sebesar Rp 2,34 triliun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Bookmark and Share

Arsip Blog